Moskow Tangkap Kritikus Kremlin Paling Vokal

Politisi oposisi Rusia Alexei Navalny tersenyum selama wawancara dengan penulis blog Youtube Rusia Yury Dud di Berlin, Jerman, dalam foto tangkapan layar dari video yang dikeluarkan pada Selasa (6/10/2020). /Foto: Antara (Reuters)

Acuantoday.com, Moskow―Anggota Kepolisian Rusia menangkap kritikus terkemuka Kremlin, Alexei Navalny, setibanya di Moskow, Minggu (17/1), setelah kembali dari Jerman untuk pertama kalinya sejak diracun bulan lalu, yang memicu konflik politik dengan negara Barat.

Langkah, yang akan membuat Navalny mendekam 3,5 tahun di penjara atas tuduhan pelanggaran vonis penjara yang ditangguhkan, berpotensi menyulut kembali tekanan politik terhadap negara Barat untuk memperketat sanksi terhadap Rusia, terutama untuk proyek pembangunan saluran pipa gas alam dari Rusia ke Jerman senilai 11,6 miliar dolar AS.

Dalam sebuah kasus yang banyak menyita perhatian internasional, Navalny diracun pada musim panas lalu, yang berdasarkan pengujian militer Jerman, dengan  zat saraf Novichok, versi kejadian yang dibantah oleh Kremlin.

Navalny akhirnya pulih di Jerman dan setelah pekan lalu menuturkan rencananya untuk pulang ke tanah air, dinas penjara moskow (FSIN) mengatakan akan melalukan apa pun untuk menangkapnya begitu ia tiba, menuduhnya melanggar vonis penjara yang ditangguhkan terkait penggelapan, kasus 2014 yang menurutnya direkayasa.

Akan tetapi politisi oposisi berusia 44 tahun itu menanggapinya dengan tawaan dan candaan bersama awak media di pesawat, dengan menegaskan bahwa dirinya tidak takut dan tidak yakin bakal ditangkap.

Empat polisi bermasker meminta Navalny untuk ikut bersamanya ke tempat pengecekan paspor di bandara Sheremetyevo Moskow, sebelum dirinya resmi memasuki Rusia. Mereka tidak menjelaskan alasannya.

Navalny, yang usai mencium pipi istrinya, Yulia, pun pergi bersama mereka.

Pendukung Navalny menyebutkan, dijebloskannya  salah satu kritikus paling terkemuka  terhadap Presiden Vladmir Putin ke penjara, dapat mengubah Navalny menjadi tokoh seperti Nelson Mandela sekaligus simbol perlawanan terhadap Kremlin yang semakin populer .

Kremlin, yang hanya menyebutnya sebagai “pasien Jerman” menertawakan hal itu. Para sekutu Putin menunjuk jajak pendapat, yang memperlihatkan bahwa pemimpin Rusia itu jauh lebih populer daripada Navalny, yang mereka sebut sebagai blogger ketimbang politisi.

Beberapa menit sebelum penangkapan, Navalny mengatakan: “Saya tidak takut. Saya tahu bahwa saya benar. Saya tahu, semua kasus kriminal terhadap saya hanyalah rekayasa.”

Navalny mengungkapkan, Putin di balik insiden peracunan dirinya.

Namun, Kremlin membantah keterlibatan apa pun dan menyebutkan tidak ada bukti bahwa dirinya diracun. (ahm)

Comments

comments