MPR Dorong Proses Hukum Abu Janda secara Terbuka

Abu Janda. (Foto : Tangkapan layar YouTube)

Acuantoday.com, Jakarta- Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid mengaku prihatin dengan sikap rasis yang marak terjadi akhir-akhir ini, seperti yang dilakukan oleh pegiat media sosial (Medsos) Permadi Arya atau Abu Janda kepada mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai.

“Saya pun prihatin kenapa saat ini kita gampang sekali saling singgung, saling benci, dan saling lapor. Perlu juga ditempuh langkah mediasi dan kekeluargaan,” kata Jazilul kepada wartawan, Jumat (29/1).

Menurut Jazilul, jika kasus rasis ini telah dilaporkan ke pihak kepolisian, maka sudah seharusnya Polisi memproses laporan tersebut secara adil dan terbuka. Bahkan, penerapan hukum di Indonesia tidak boleh pandang bulu kepada siapapun, termasuk kepada Abu Janda.

“Kalau sudah dilaporkan, tugas polisi menindaklanjuti secara terbuka, adil, dan berdasarkan pada bukti-bukti, tidak terkecuali pada Abu Janda. Hukum tidak boleh pandang bulu atau berpihak pada kelompok tertentu,” jelasnya.

Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, proses hukum secara terbuka ini agar tidak membuka peluang kejadian rasisme yang dilakukan Abu Janda tak terulang.

“Kami mengajak semua pihak agar berhati-hati mengeluarkan ujaran berupa fitnah, hoaks, prank, dan rasis. Kita hidup di negara Pancasila yang majemuk dari berbagai ras, suku, agama, dan asal-usul,” ucapnya.

Selain itu, polisi didorong mengantisipasi ujaran kebencian hingga rasisme seperti diduga dilakukan Abu Janda. Sebab, kata Jazilul, tak ada toleransi bagi perusak persatuan Indonesia.

“Hemat saya, polisi dapat melakukan deteksi dini kepada siapa saja pemain yang berpotensi menebar kebencian, sensasi, fitnah, dan rasis agar dapat dicegah. No tolerance bagi siapa pun yang berpotensi merusak persatuan,” tegasnya.

Seperti diketahui, KNPI melaporkan Abu Janda ke Bareskrim Polri atas tuduhan rasial kepada Natalius Pigai. Laporan tersebut bernomor: LP/B/0052/I/2021/Bareskrim pada Kamis 28 Januari lalu.

Permadi Arya alias Abu Janda dilaporkan atas dugaan melanggar Pasal 45 ayat (3) juncto Pasal 27 ayat (3) dan/atau Pasal 45 A ayat (2) juncto Pasal 25 ayat (2) dan/atau Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Kebencian atau Permusuhan Individu dan/atau Antar Golongan (SARA), Pasal 310 dan/atau Pasal 311 KUHP. (rht)

Comments

comments