MPR Sukses Kembalikan Pancasila dari Mekanisme Pasar Bebas

Ilustrasi - Pancasila. (Foto : Antara)

Acuantoday.com, Jakarta- Euforia reformasi telah mengubah berbagai nilai dan praktek sistem ketatanegaraan berbangsa dan bernegara, termasuk dasar dan idelogi negara yaitu Pancasila.

“Akibatnya tafsir Pancasila seperti diserahkan kepada mekanisme pasar bebas. Sekolah/perguruan tinggi boleh memasukan mata pelajaran Pancasila, boleh juga tidak. Setiap orang atau kelompok bebas menafsirkan sila Pancasila sesuai seleranya masing-masing,” ungkap Ketua MPR RI Bambang Soesatyo di Jakarta, Senin (9/11).

Kondisi demikian, menurut Bamsoet mengesankan ketidakhadiran negara terhadap eksistensi Pancasila sebagai pedoman hidup bernegara. “Untuk mengisi ruang kosong peran negara dalam membentuk mental dan ideologi bangsa akibat hilangnya Pancasila dari peredaran kehidupan berbangsa dan bernegara, Ketua MPR RI Taufik Kiemas merancang dan melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, yang kemudian diubah menjadi Empat Pilar MPR RI,” terangnya.

Empat Pilar MPR RI itu adalah Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara; UUD NRI 1945 sebagai konstitusi negara; NKRI sebagai bentuk negara; dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

Bamsoet yang juga Wakil Ketua Umum Partai Golkar menambahkan, kini di era kepemimpinan dirinya sebagai Ketua MPR RI, pelaksanaan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI tak hanya dilakukan melalui seminar, dialog, workshop, outbond, kemah/jambore, lomba, maupun diskusi kelompok saja. Melainkan juga melalui media sosial, semisal youtube, instagram, facebook hingga podcast.

“Saya memperkenalkan Empat Pilar MPR RI dengan cara yang berbeda kepada generasi milenial. Dunia digital merupakan sebuah keniscayaan yang tak boleh dinafikan oleh lembaga negara seperti MPR RI,” kata Bamsoet seraya menambahkan dirinya terus membumikan Empat Pilar MPR RI tersebut melalui kanal youtube Bamsoet Channel dan podcast Ngobras sampai Ngompol, dengan menggandeng berbagai selebritis dan selebgram.(rht)

Comments

comments