Mudik Dilarang, Yogya Andalkan ‘Monalisa’ Gaet Wisatawan

Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti.

Acuantoday.com, Yogyakarta -Pemerintah Pusat telah resmi melarang mudik Lebaran. Namun Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta punya jurus jitu dengan mengandalkan program ‘Monalisa’ untuk menggaet wisatawan lokal selama masa pelarangan mudik Idulfitri, pada 6-17 Mei 2021 mendatang.

Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) Kota Yogyakarta, Wahyu Hendratmoko mengataan, ‘Monalisa’ ialah singkatan dari ‘menikmati harmoni Yogya dengan lima jalur sepeda wisata’.

“Monalisa bisa menjadi daya tarik wisatawan dari DIY untuk menyambangi kota,” kata Wahyu, Kamis (8/4/2021).

Menurutnya, Monalisa merupakan penyempurnaan dari jalur-jalur wisata sepeda yang selama ini sudah tersedia di aplikasi Jogja Smart Service (JSS).
Dengan adanya update, sajiannya tentu semakin menarik.

“Kita ciptakan embrionya saja. Lalu, embrio kita serahkan kepada teman-teman pebisnis, mereka akan ada person insert di masing-masing jalur itu, untuk mematangkan skema,” ujar Wahyu.

Selaras dengan program-program wisata sepeda terdahulu, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), PKK wilayah, hingga komunitas-komunitas di kampung wisata, akan lebih intens keterlibatannya.

“Hal tersebut untuk mengisi atraksi event wisata, maupun kuliner di daerah-daerah yang dikunjungi. Untuk promosinya kita dibantu PHRI dan ASITA. Jadi, ini semacam variasi di sektor sport tourism,” cetusnya.

Menurutnya, mobilisasi wisatawan lokal bakal dilakukan untuk menggerakkan roda pariwisata. Sebab, berbagai pembatasan pun akan dilakukan oleh tingkat kementerian, seiring larangan mudik Idulfitri.

“Seperti yang disampaikan Pak Wali, Pemkot tetap mendukung keputusan pusat. Tapi, memang kita akan coba menggerakan wisatawan lokal, kita persilakan. Jadi, wisatawan antar kota dalam provinsi,” katanya.

Sementara itu, Walikota Yogya Haryadi Suyuti menyatakan, Pemerintah Kota Yogyakarta meminta para pelaku pariwisata tetap menggencarkan promosi wisata dengan cara lebih kreatif menyikapi larangan mudik lebaran tahun ini untuk menekan penularan Covid-19. Hanya saja, promosi wisata yang disasar kali ini lebih ke promosi dalam wilayah satu provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

“Untul pelaku wisata jangan patah semangat meski ada larangan mudik lebaran, namun tetap kreatif dengan mengintensifkan promosi dengan sasaran wisatawan lokal dari dalam lingkup DIY,” kata Haryadi.

Dikatakan, Pemkot Yogya meminta para pelaku wisata tetap mengikuti kebijakan pemerintah. Namun di satu sisi juga tetap menggeliat di tengah situasi serba sulit ini.

“Turis dari luar DIY tentu bakal kesulitan dalam akses masuk menuju Kota Yogyakarta sepanjang 6-17 Mei, namun jangan pesimis, karena tahun lalu pun ternyata kita tetap bisa survive,” kata Hariyadi. (Chaidir)

Comments

comments