MUI Maluku Menyeru Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

Seorang personel polisi berjaga jaga saat mengamankan pelaksanaan shalat Idul Adha 1439 Hijriah, di Masjid Raya Al Fatah Ambon, Maluku, Rabu (22/8/2018). Shalat Idul Adha di masjid terbesar di Maluku itu dipenuhi ribuan umat serta dipimpin oleh Imam HRR Hasanusi (Imam Besar Masjid Raya Al Fatah Ambon) dan Khatib Muhammad Rahanyamtel (Ketua MUI Kota Ambon). (ANTARA FOTO/Izaac Mulyawan)

Acuantoday.com, Ambon— Majelis Ulama Islam (MUI) Provinsi Maluku guna menyikapi aksi bom bunuh diri yang terjadi di depan Gereja Katedral Makassar menyerukan dan mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan membangun sinergi dengan aparat keamanan untuk keamanan, kedamaian serta ketertiban di lingkungan masing-masing.

Seruan tersebut disampaikan dalam pernyataan yang ditandatangani Ketua MUI Maluku Dr KH Abdullah Latuapo, M.PdI dan Sekretaris Umum Abdul Manan Latuconsina, yang diterima ANTARA di Ambon, sehubungan aksi bom bunuh diri yang terjadi di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3).

MUI Maluku mengajak seluruh masyarakat agar tetap tenang, tidak terpengaruh dan tidak terprovokasi dengan peristiwa tersebut, serta tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, kerukunan, kebersamaan dan persaudaraan.

Selain itu, MUI Maluku mengutuk dan mengecam keras aksi bom bunuh diri tersebut karena merupakan tindakan tidak manusiawi yang tidak dibenarkan dengan alasan apapun, dan sangat bertentangan dengan ajaran semua agama, serta melukai perasaan umat beragama dan seluruh masyarakat Indonesia.

“Terorisme adalah musuh bersama, musuh semua agama, musuh negara dan musuh kemanusiaan. Oleh karena itu mari kita bersatu bersama-sama dengan pemerintah, TNI dan Polri untuk melawan segala bentuk terorisme,” kata kedua tokoh agama tersebut.

Di samping itu, kata Abdullah Latuapo, pihaknya juga mendesak pemerintah beserta aparat keamanan untuk segera mengusut tuntas para pelaku dan jaringannya sampai ke akar-akarnya.

Sedangkan Gubernur Maluku Murad Ismail secara terpisah mengutuk keras tindakan peledakan bom tersebut dan menyebut tindakan tersebut sebagai kejahatan kemanusiaan dan melukai nilai-nilai kemanusiaan.

Dia menyatakan rasa duka yang mendalam atas insiden peledakan bom tersebut dan berharap para korban luka akibat ledakan secepatnya pulih dan tidak trauma dengan kejadian tersebut.

“Agama manapun tidak akan mentoleransi aksi terkutuk ini. Aksi bom bunuh diri ini malah menyoreng nilai-nilai keagamaan dan persaudaraan,” katanya.

Ia meminta meminta masyarakat di Maluku tetap tenang, tidak menyebarkan berita bohong, atau gambar-gambar peledakan yang berbau sadisme, sehingga tidak menimbulkan sentimen dan provikasi berlebihan.

“Jaga ketenangan dan kedamaian di Maluku yang sudah kita bangun bersama. Mari kita jaga dan rawat sehingga perdamaian terus mempererat rasa persaudaraan semua golongan, agama, dan ras,” demikian Murad Ismail.***dian/ant

Comments

comments