MUI Tuntut Macron Cabut Ucapannya dan Minta Maaf

Dokumentasi - Presiden Prancis Emmanuel Macron dan istrinya Brigitte Macron (tengah) menunggu para tamu sebelum upacara di Elysee Palace untuk merayakan penetapan Kota Paris sebagai penyelenggara Olimpiade Musim Panas 2024, di Prancis, Jumat (15/9/2017). (ANTARA/REUTERS/Charles Platiau)

Acuantoday.com, Jakarta―Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak Presiden Prancis Emmanuel Macron meminta maaf kepada umat muslim di seluruh dunia atas ucapannya yang dianggap merendahkan Nabi Muhammad SAW.

“Kalau dunia ingin tenang dan damai, maka jangan ada yang menghina dan merendahkan orang lain, atau agama serta keyakinannya atas dasar apapun,” kata Sekjen MUI Anwar Abbas di Jakarta, seperti dalam pernyataan tertulisnya yang diterima redaksi Acuantoday.com, Rabu (28/10).

Anwar mengatakan, reaksi umat Islam pasti tidak akan tinggal diam ketika ada seseorang yang menghina agama, apalagi yang merendahkan Nabi Muhammad SWA itu adalah seorang presiden.

“Oleh karena itu, Untuk itu saya meminta Macron agar mencabut ucapannya dan meminta maaf kepada umat Islam,” katanya.

Ia juga menolak alasan Macron, yang menyebut ucapannya itu untuk menghormati dan melindungi kebebasn berekspresi rakyatnya.

“Kebebasan berekspresi itu tetap harus ada batasnya, sebab kalau tidak maka dunia tentu akan kacau,” tambahnya.

Itu sebabnya, kata Anwar, Macron dan masyarakat dunia bisa meletakkan konsep kebebasan di tempat yang tepat, sebab bila tidak maka tentu akan bisa menyeret dunia kepada kekacauan, dan permusuhan.

Menurut Anwar, berbagai tindak kekerasan yang dilakukan oleh segelintir kecil orang dari kalangan umat Islam di berbagai belahan dunia, nyaris tidak ada yang berdiri sendiri, semuanya merupakan reaksi terhadap perlakuan tidak baik yang telah dilakukan oleh pihak lain, seperti yang dilakukan oleh majalah Charlie Hebdo dan Macron.

“Saya yakin dan percaya bila yang bersangkutan mau meminta maaf atas sikap dan tindakannya tersebut, maka umat Islam tentu pasti akan memaafkannya,” katanya. (rht)

Comments

comments