Muncul KIPI Usai Vaksinasi Massal Covid-19

Peserta vaksinasi massal Covid-19 di Benteng Vredeburg.(Foto : Chaidir/Acuantoday.com)

Acuantoday.com, Yogyakarta- Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta hingga Rabu (3/3/2021) masih menggelar vaksinasi massal Covid-19 untuk pelaku usaha, karyawan, pedagang kaki lima di kawasan Malioboro serta sektor informal lain, yaitu pedagang Pasar Beringharjo.

Kegiatan yang berlangsung sejak 1 Maret akan berakhir 6 Maret berlangsung di Tempat Khusus Parkir (TKP) Abu Bakar Ali, Pasar Beringharjo dan Benteng Vredeburg.

Dari kegiatan vaksinasi massal Covid-19 ternyata terjadi “kejadian ikutan pasca imuninasi” (KIPI). Dinas Kesehatan Kota Yogya mencatat sejumlah KIPI dalam program vaksinasi massal.

Secara umum KIPI yang terjadi bagi warga yang divaksin adalah keluhan pusing dan mual karena belum sarapan, muncul keluhan kesemutan (kebas) seusai menerima vaksinasi, dan keluhan mual dan syok.

“Kejadian ikutan pasca imunisasi yang masuk dalam laporan kami satu di antaranya harus dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut, pasien langsung dipulangkan setelah dirawat dua jam,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Emma Rahmi Aryani.

Vaksinasi massal Covid-19 di Benteng Vredeburg Yogyakarta. (Foto : Chaidir/Acuantoday.com)

“Sedangkan keluhan lainnya rata-rata sudah bisa diatasi selama masa observasi 30 menit,” tambahnya.

Dikatakan, total sasaran vaksinasi massal untuk karyawan, pekerja sektor informal dan pelaku usaha di Malioboro serta Beringharjo tersebut tercatat sekitar 19.900 orang.

Pada hari pertama, jumlah penerima vaksin yang diundang 3.200 orang, namun hanya ada 2.375 penerima yang datang dan 2.294 penerima dinyatakan memenuhi syarat untuk vaksinasi. Sisanya, 45 orang ditunda dan 36 orang batal menerima vaksin.

Penundaan vaksinasi bisa disebabkan berbagai faktor, seperti tensi darah yang tinggi saat diperiksa atau karena ada warga yang berusia lanjut tidak memenuhi syarat tambahan untuk menerima vaksin.

Sedangkan Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Yogyakarta Heroe Poerwadi berharap warga yang sudah menerima undangan untuk datang menjalani vaksinasi sesuai jadwal yang diberikan supaya tidak mempengaruhi penjadwalan yang sudah diatur.

“Dalam program vaksinasi massal ini, kami memang tidak membedakan tempat tinggal penerima vaksin. Bahkan, dari 19.900 target sasaran, sekitar 70 persen adalah warga dari luar Kota Yogyakarta. Ini menjadi bagian dari program untuk klaster strategis di ibukota provinsi,” katanya.

Sedangkan untuk warga yang harus menunda vaksinasi karena beberapa hal, akan diarahkan untuk menjalani vaksinasi di fasilitas kesehatan. “Biasanya yang ditunda adalah lansia. Untuk lansia memang lebih baik menjalani vaksinasi di fasilitas kesehatan seperti rumah sakit,” katanya.

Saat ini, lanjut Heroe, penuntasan vaksinasi untuk tenaga kesehatan juga terus dilakukan. Sekitar 98 persen tenaga kesehatan di Kota Yogyakarta sudah menjalani vaksinasi tahap pertama dan sekitar 80 persen menjalani vaksinasi tahap dua. (Chaidir)

Comments

comments