Naik ke Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi Asabri

PT Asuransi Sosial Angkatan Darat Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) (Foto : Amntara)

Acuantoday.com, Jakarta- Mabes Polri menyatakan kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Sosial Angkatan Darat Bersenjata Republik Indonesia (Asabri), telah naik tahap penyidikan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono menyampaikan, dalam kasus dugaan korupsi ini, terdapat tiga laporan polisi (LP).

“Sudah kami koordinasikan dengan Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya bahwasannya ada beberapa laporan polisi terkait dengan laporan Asabri,” kata Awi saat jumpa pers Bareskrim Polri, Selasa (10/11).

Awi menjabarkan, LP pertama bernomor: A077/II/2020 Dittipideksus Bareskrim tanggal 7 Februari 2020. Kata Awi, sejak adanya LP itu, polisi telah melakukan penyidikan dan penyidik telah melakukan pemeriksaan sebanyak 43 saksi dan menyita beberapa laporan keuangan.

“Ada empat laporan keuangan serta empat dokumen yang telah disita,” imbuhnya.

Berikutnya, LP Nomor: A0175/III/ Bareskrim bertanggal 24 Maret 2020 juga sudah dinaikkan ke tahap penyidikan per 22 April 2020. Langkah awalnya telah melakukan pemeriksaan sebanyak 6 orang.

Kemudian ketiga LP Nomor: 63/I/25/2020 SPKT PMJ, 15 Januari 2020. Pada saat itu, penyidik Direskrimsus Polda Metro Jaya juga telah melakukan pemeriksaan 94 orang saksi.

Lebih lanjut, Awi mengatakan Bareskrim Polri masih menunggu hasil penyidikan dari Direskrimsus Polda Metro Jaya untuk memulai penyidikan materi lain dalam dugaan korupsi perusahaan pelat merah ini.

Kendati begitu, muatan penyidikan tetap sama, yaitu tindak pidana koruspi terkait penyimpangan tata kelola investasi dan kegiatan lainya yang dijalankan oleh Asabri sampai dengan tahun 2019.

Selain itu, perkembangan tahap penyidikan, juga masih menunggu hasil final audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Sementara ini, hitungan awal auditor negara menaksir potensi kerugian investasi Asabri, yang mengalihkan investasinya dari deposito ke penempatan saham langsung dan reksa dana, bisa mencapai Rp16 triliun.

Dalam hal ini, polisi menemukan dugaan awal bahwa pelaku korupsi Asabri beririsan dengan pelaku kasus korupsi Jiwasraya, yakni Heru Hidayat dan Benny Tjokrosaputro.(rwo)

Comments

comments