Naik Status ke Penyidikan Proses Hukum Aksi Demo 1812

Akdi demonstrasi 1812 yang menuntut pembebasan Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab yang menimbulkan kerumunan dan mengabaikan disiplin protokol kesehatan (prokoes) COVID-19. Polisi menemukan adanya unsur pelanggaran pidana dalam aksi tersebut. (Foto : Rahmat/Acuantoday.com)

Acuantoday.com, Jakarta- Polisi menemui perbuatan melawan hukum dalam aksi demo 1812 menuntut kebebasan pentolan FPI Rizieq Shibab, yang berlangsung Jumat (18/12) pekan lalu.

Kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, kepolisian telah melakukan penyelidikan hingga akhirnya status hukum naik ke penyidikan untuk menetapkan siapa tersangkanya berdasar gelar perkara. Dari pengusutan awal, beberapa orang berpotensi menjadi tersangka.

“Hari ini sudah naik tahap penyidikan untuk para penanggung jawab acara yang semua termasuk panitianya,” kata Yusri kepada wartawan di Monas, Jakarta, Senin (21/12).

Kepolisian sudah mengumpulkan barang bukti dan meminta setidaknya kesaksian dari 9 orang. Ke depan, beberapa orang lagi bakal dimintai kesaksiannya.

“Tindak lanjutnya, kami akan memanggil, termasuk penanggung jawabnya di sini. Termasuk panitianya yang lain. Ada beberapa panitia lain kami akan panggil sebagai saksi. Ini masih kita persiapkan,” ujarnya.

Adapun perbuatan melawan hukum yang dimaksud dalam aksi demo itu, sebagaimana yang diatur dalam Pasal 160 atau 169 KUHP. Di mana salah satunya tentang penghasutan untuk melakukan kekerasan dan tidak menurut ketentuan undang-undang, dengan ancaman enam tahun penjara.

Selain itu, aksi demo juga disebut melanggar protokol kesehatan, sesuai Pasal 93 UU Nomor 6/2018 tentang kekarantinaan kesehatan.

Demo digawangi oleh FPI dan sejumlah ormas Islam. Aksi berujung ricuh, setelah demonstran dipukul mundur dari titik kumpul aksi di sekitaran Patung Kuda, Jakarta Pusat. Polisi klaim massa aksi ada yang kedapatan membawa senjata tajam. Dampaknya, beberapa aparat terluka dalam pengamanan aksi demo.

Polisi mengamankan 455 orang, baik yang saat di lokasi demo maupun mereka yang hendak berdemo. Dari jumlah itu, 7 orang ditetapkan dijadikan tersangka, lantaran membawa sajam dan narkoba jenis ganja. (rwo)

Comments

comments