Narkotika Masuk Lewat Jalur “Tikus”, DPR Minta Perbatasan Diperketat

Ilustrasi - Petugas memasukkan sabu-sabu ke dalam tungku pemusnah saat pemusnahan barang bukti narkoba di kantor Badan Narkotika Nasional (BNN).(Foto : Antara)

Acuantoday.com, Jakarta—Penyelundupan narkotika ke Indonesia lewat jalur tikus di wilayah perbatasan Indonesia terus terjadi.

Kejadian harus diatasi dengan pengawasan yang ketat oleh Polda maupun petugas Badan Narkotika Nasional (BNN).

“Jadi memang dukungan Kepri ini adalah pintu masuk yang sangat luas untuk oknum-oknum dari luar yang ingin memasukkan barang-barang narkotika tersebut ke Indonesia. Oleh karena itu memang masih diperlukan banyak sarana prasarana seperti kapal cepat untuk mengejar mereka (penyeludup),” kata Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Adies Kadir seperti dikutip dari berita parlemen, Sabtu (27/3).

Adies Kadir menambahkan, saat ini pengawasan dan penanganan kasus yang ada di jalur-jalur tikus tersebut sudah dapat diantisipasi dengan baik oleh Polda dan BNN beserta jajaran.

“Begitupun dengan kerja sama antara penegak hukum antara Indonesia-Malaysia, maupun Indonesia-Singapura semuanya memiliki koordinasi yang cukup baik,” ucap politisi Partai Golkar itu.

Selain Adies Kadir, Anggota Komisi III DPR RI Hinca Panjaitan mengecam dengan adanya jalur tikus penyelundupan narkoba di wilayah perbatasan.

Untuk itu dirinya meminta Kapolda Kepri untuk terjun langsung ke lokasi, melihat langsung, dan menutup sumber masuknya narkoba dari luar negeri.

“Tutup sumbernya, daripada dia tadi menyebar ke semua daerah. Kapal kita kalah cepat, kalau tadi minta satu (kapal cepat), sekarang minta sepuluh saja-lah. Kan ini urusan penting, urusan negara dan kepulauan luas sekali. Dulu Kapolri udah ganti dua kali dan masih kaya gini terus. Berarti kan harus tinggi untuk mengatasi itu,” tegasnya.

Diketahui, Komisi III DPR RI melakukan kunjungan kerja khusus ke Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) untuk mengetahui proses penanganan beberapa masalah yang ditangani Kepolisian dan Kejaksaan Tinggi Kepri yang melingkupi Narkotika, Penambangan Pasir, Bauksit, Nikel dan lainnya. (rht)

Comments

comments