Negara Rugi Rp23 T, Kejagung Sita Aset Jumbo Milik Tersangka Kasus Asabri

PT Asuransi Sosial Angkatan Darat Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) (Foto : Amntara)

Acuantoday.com, Jakarta―Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI, Febrie Adriansyah menjelaskan, pihaknya baru saja menyita sejumlah aset bernilai jumbo milik sebagian tersangka kasus dugaan korupsi PT Asabri, yaitu Sonny Widjaja, Heru Hidayat, dan Benny Tjokrosaputro.

“Ada 17 bus pariwisata sudah kami sita, itu milik Sonny. Lalu tiga tambang nikel milik Heru Hidayat di Sulawesi, Sukabumi, dan Kalimantan Tengah. Tapi Sukabumi dan Kalimantan Tengah masih proses itu,” kata Febrie di Jakarta, Jumat (26/2).

Mengingat kerugian dalam kasus korupsi Asabri mencapai lebih dari Rp23 triliun, jelas Febrie, pihaknya fokus menyita aset-aset yang nilainya besar untuk diselamatkan.

Tujuannya, ucap Febrie, untuk mengembalikan nilai kerugian negara yang besarnya mencapai Rp 23 triliun itu.

“Jadi kami konsentrasi aset-aset yang besar. Mudah-mudahan dengan perusahaan tambang-tambang ini nanti ada appraisal nilai yang mudah-mudahan uang Asabri bisa dihitung pengembaliannya cukup besar,” ujarnya.

Dalam perkara ini, papar febrie, Kejaksaan Agung telah menetapkan sembilan orang sebagai tersangka. Selain Lukman, Benny Tjokro, dan Heru, enam lainnya adalah mantan Direktur Utama PT Asabri Mayor Jenderal (Purnawirawan) Adam R. Damiri, Letnan Jenderal (Purnawirawan) Sonny Widjaja, Kepala Divisi Investasi Asabri periode Juli 2012 hingga Januari 2017 Ilham W. Siregar.

Kemudian, terang Febrie, juga ada Kepala Divisi Keuangan dan Investasi periode 2012 hingga Mei 2015 Bachtiar Effendi, Direktur Investasi dan Keuangan periode 2013-2019, Hari Setiono, dan Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relation, Jimmy Sutopo. (mmu)

Comments

comments