― Advertisement ―

HomeNews3 Orang Tewas! KNKT Selidiki Penyebab Pesawat Latih Jatuh di BSD, Diduga...

3 Orang Tewas! KNKT Selidiki Penyebab Pesawat Latih Jatuh di BSD, Diduga Karena Ini

Pesawat latih jatuh di kawasan BSD, Tangerang Selatan dengan nomor registrasi PK-IFP dengan jumlah korban tewas sebanyak tiga orang yang terdiri dari Pilot, Co-Pilot, dan Engineer pada Minggu (19/5).

Insiden pesawat jatuh ini terjadi di lapangan Sunburst, jalan Pahlawan Seribu, BSD, Kota Tangerang Selatan.

Pesawat tersebut merupakan milik maskapai Indonesia Flying Club. Pesawat ini jatuh di lokasi kejadian pada pukul 14.00 WIB.

Dilansir CNN Indonesia, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih mendalami dugaan penyebab jatuhnya pesawat latih Tecnam P2006T PK-IFP.

“Masih dalam proses penyelidikan KNKT,” kata Kapolres Kota Tangerang Selatan AKBP Ibnu Bagus dikutip dari CNN Indonesia.

AKBP Ibnu menyampaikan, belum dapat memastikan penyebab jatuhnya pesawat latih tersebut dikarenakan cuaca buruk. Ia juga mengatakan bahwa pesawat tersebut dalam penerbangan balik ke landasan Pondok Cabe, Tangerang Selatan dari Tanjung Lesung. Ia juga ungkapkan, pesawat latih ini sempat mengirim sinyal darurat.

“Kita tidak bisa menyampaikan seperti itu tapi waktu kejadian hujan lebat pukul 14.00 WIB. Nanti lebih jelas KNKT sudah melaksanakan identifikasi,” katanya.

Namun berbeda halnya dengan yang disampaikan oleh AKBP Ibnu, seorang saksi mata di lokasi kejadian yaitu Ali Samali menyebut bahwa hujan turun justru setelah pesawat tersebut jatuh. Ia pun mendengar dentuman keras yang bersumber dari suara pesawat jatuh.

“Pas kejadian setelah 5 menit, pas pesawat jatuh itu belum hujan. Setelah lima menit baru hujan deras,” katanya.

Adapun kronologi pesawat latih PK-IFP jatuh, dilansir detiknews bahwa pesawat latih Tecnam P2006T PK-IFP awalnya ake off dari Bandara Pondok Cabe pada pukul 11.36 WIB.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi menyebut pesawat tersebut juga sempat landing di Bandara khusus Salakanegara, Pandeglang, Banten. Kemudian, saat kembali menuju Bandara Pondok Cabe, pesawat tersebut jatuh di sekitar Lapangan Sunburst, BSD.

Evakuasi korban pun dilakukan pertama kali pada pukul 14.45 WIB oleh Basarnas dan selesai pada pukul 16.45 WIB. Kepala Basarnas Jakarta Desiana Kartika Bahari menjelaskan bahwa kondisi ketiga jenazah korban masih utuh saat evakuasi.

Desiana juga menjelaskan tantangan yang dihadapi Basarnas saat melakukan evakuasi. Dia mengatakan ada dua korban yang terjebak di dalam pesawat hingga perlu dilakukan kehati-hatian.

“Untuk yang dua berada di dalam pesawat, yang satu di luar. Jadi yang sulit ini yang di dalam pesawat karena butuh kehati-hatian supaya tidak apa ya, utuhlah istilahnya – karena crash, dia terjepit kita perlu hati-hati untuk menarik keluar,” ujar Desiana.

Ketiga korban tersebut telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk ditangani lebih lanjut.

Humas Kantor SAR Jakarta Ramli Prasetyo pun mengungkap identitas ketiga korban, yaitu Pulung Darmawan, Suanda, dan Farid Ahmad, namun Ramli belum membeberkan siapa yang menjadi Pilot, Co-Pilot, dan Engineer.

“Untuk datanya kita belum identifikasi, nanti pihak berwajib yang menyampaikan siapa yang terlempar siapa yang di dalam,” ucap Desiana dikutip dari detiknews.