Kabar terbaru terkait kapal tanker Pertamina Selat Hormuz menunjukkan perkembangan signifikan. Pemerintah Indonesia memastikan dua kapal tanker milik Pertamina yang sempat tertahan di kawasan tersebut segera dapat melanjutkan pelayaran.
Kementerian Luar Negeri RI menyebut pihak Iran telah memberikan respons positif terhadap upaya diplomasi Indonesia. Saat ini, proses difokuskan pada pembahasan teknis untuk memastikan kedua kapal bisa keluar dengan aman dari wilayah konflik.
Dua kapal yang dimaksud adalah Pertamina Pride dan Gamsunoro, yang berada di jalur strategis Selat Hormuz, salah satu rute distribusi minyak paling vital di dunia.
Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah sebelumnya sempat mengganggu aktivitas pelayaran global. Selat Hormuz sendiri merupakan jalur utama yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak dunia, sehingga setiap gangguan berdampak besar pada pasar energi internasional.
Pemerintah memastikan kondisi ini tidak mengganggu pasokan energi nasional. Pertamina juga menegaskan bahwa keselamatan awak kapal dan keamanan muatan tetap menjadi prioritas utama.
Hingga saat ini, belum ada jadwal pasti keberangkatan, namun sinyal positif dari Iran membuka peluang besar kapal tanker Indonesia segera keluar dari zona rawan.
