Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi diperkirakan akan mengalami kenaikan mulai 1 April 2026. Kenaikan ini dipicu oleh lonjakan harga minyak dunia yang terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir.
Pengamat ekonomi menyebutkan bahwa kenaikan harga BBM kemungkinan berada di kisaran 5 hingga 10 persen dalam kondisi normal. Jika mengacu pada harga Pertamax (RON 92) yang saat ini berada di sekitar Rp12.000-an per liter, maka kenaikannya bisa mencapai sekitar Rp1.000 per liter.
Artinya, harga Pertamax berpotensi naik ke kisaran Rp13.000 per liter, tergantung pada kebijakan penyesuaian harga yang diambil.
Kenaikan ini tidak lepas dari pergerakan harga minyak mentah global. Sebagai gambaran, harga minyak Brent sempat naik hampir 3 persen dan mencapai lebih dari USD115 per barel. Kondisi ini menjadi salah satu faktor utama yang mendorong penyesuaian harga BBM di dalam negeri.
Baca Juga: Daftar Harga BBM April 2026 di Indonesia: Pertamina, Shell, BP, dan Vivo Kompak Turun Tipis
Sebelumnya, tren kenaikan juga sudah terjadi pada periode Februari hingga Maret 2026. Beberapa jenis BBM nonsubsidi seperti Pertamax, Pertamax Green, hingga Pertamax Turbo mengalami penyesuaian harga. Begitu juga dengan solar nonsubsidi seperti Dexlite dan Pertamina Dex.
Sementara itu, BBM bersubsidi seperti Pertalite dan solar subsidi masih ditahan harganya, masing-masing di Rp10.000 dan Rp6.800 per liter, guna menjaga daya beli masyarakat.
