Berita Terkini

Profil Wanda Hara, Pria Bercadar yang Ikut Kajian Ustadz Hanan Attaki

Kamu mungkin pernah mendengar nama Wanda Hari. Ya, pria ini memang berkecimpung di industri hiburan bersama artis Tanah Air, terutama soal urusan fashion stylist...

Demo Sempat Ricuh! Inilah 12 Tuntutan BEM SI untuk Jokowi di Akhir Masa Kepemimpinannya

Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) melakukan demonstrasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat pada Senin (22/7/2024).Dalam aksi demo tersebut BEM SI menyikapi...

Rangkuman Film Hijack 1971, yang Diangkat dari Kisah Nyata Pembajakan Pesawat Korea Selatan

Setelah sukses dirilis di Korea Selatan pada 21 Juni 2024, film Hijack 1971 akhirnya resmi tayang di Indonesia pada 17 Juli 2024. Film debut...

Joe Biden Mundur dari Pilpres AS dan Digantikan dengan Sosok Ini, Simak Isi Surat Pengunduran Dirinya

Presiden petahana Joe Biden putuskan untuk mundur dari ajang pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) 2024 yang akan diselenggarakan pada tanggal 5 November 2024.Dari keputusannya...

Download Lagu MP3 Gratis: Tips dan Trik Terbaik

Berbagai situs dan aplikasi kini menawarkan akses ke jutaan lagu dari seluruh dunia, memungkinkan pecinta musik untuk menambah koleksi lagu dengan cara download lagu...
HomeNewsSuhu Jakarta Dingin! Sudah Waktunya Masuk Musim Kemarau, Tapi Kok Masih Sering...

Suhu Jakarta Dingin! Sudah Waktunya Masuk Musim Kemarau, Tapi Kok Masih Sering Hujan? Ini Kata BMKG

Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terjadi merata di wilayah Jakarta dan menyebabkan banjir di beberapa titik pada Sabtu (6/7/2024).

Akibat dari cuaca Jakarta tersebut membuat suhu Jakarta terasa sejuk, tidak seperti biasanya. Awan mendung terlihat menutupi langit Jakarta dari menjelang siang hingga malam hari.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu di Jakarta berkisar 24-27 derajat celcius. Lalu, mengapa masih sering terjadi hujan padahal sudah masuk musim kemarau?

Menurut BMKG, meski saat ini sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau, namun bukan berarti tidak terjadi hujan sama sekali. Ada kemungkinan akan turun hujan namun dengan intensitas di bawah 50 mm/dasarian.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menyampaikan, dalam sepekan ke depan masih terdapat potensi peningkatan curah hujan secara signifikan di beberapa wilayah di Indonesia.

Ia menjelaskan, hal tersebut terjadi disebabkan oleh dinamika atmosfer skala global salah satunya yaitu naiknya suhu permukaan laut yang hangat pada perairan wilayah sekitar Indonesia, sehingga memberi kontribusi dalam menyediakan kondisi yang mendukung pertumbuhan awan hujan yang signifikan.

“Fenomena atmosfer inilah yang memicu terjadinya dinamika cuaca yang berakibat masih turunnya hujan di sebagian besar wilayah Indonesia,” kata Guswanto, dikutip dari siaran pers BMKG, Jumat (4/7/2024).

Di samping itu, Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani menyampaikan, dari fenomena tersebut diperkirakan menimbulkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dan disertai kilat/angin kencang di sebagian besar wilayah Indonesia pada tanggal 5-11 Juli 2024.

Andi pun mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dengan kemungkinan potensi hujan yang dapat menimbulkan banjir, longsor, dan banjir bandang, terutama masyarakat ang tinggal di daerah perbukitan, dataran tinggi, dan daerah dekat aliran sungai.

Ia juga menerangkan, proses terjadinya hujan diawali dengan kondensasi uap air teramat dingin melewati atmosfer di lapisan atas level beku. Es yang terbentuk umumnya memiliki ukuran besar.

Lanjutnya, pada saat kumpulan es yang besar tersebut berada di atmosfer, kemudian turun ke area lebih rendah dan hangat, maka terjadi hujan. Hanya saja, kadang tidak semua es akan mencair sempurna dan menjadikannya hujan es, dimana suhu puncak awan cumulunimbus mencapai minus 80 derajat celcius.

Andi juga meminta kepada masyarakat untuk memanfaatkan cuaca hujan untuk menampung air hujan sebagai tabungan cadangan air di musim kemarau dan bijak dalam penggunaan air.

“Selagi masih turun hujan, alangkah baiknya dimanfaatkan untuk menabung air. Hemat dan menggunakan air secara bijak, supaya memiliki cadangan air saat Puncak Musim Kemarau melanda wilayah kita nantinya” pungkas Andi.

Untuk perkiraan cuaca Jakarta pada Minggu (7/7/2024), diperkirakan akan cerah berawan di pagi hari, sedangkan di siang hari diperkirakan akan terjadi hujan ringan yang mengguyur Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur, serta pada wilayah sisanya berawan dan cerah berawan.

Cuaca Jakarta saat ini pun mengundang reaksi warganet terutama pada aplikasi X. Banyak akun X yang menyampaikan komentar tentang hal tersebut hingga membagikan momen berupa foto situasi hujan hingga banjir yang disebabkan hujan seharian di Jakarta.

Dingin banget hari ini habis hujan 🥶” kata akun X @dede_verde.

Tapi aku meskipun dingin dan selimutan, kipas tetep dua-duanya ku nyalain sih 😭”, tulis akun X @ryvaine_jaejae.

Karna dingin hari ini, tidur akhirnya tidak menggunakan ac 🙂 kalau tiap hari gini, lumayan juga ya mungkin pemakaian listrik berkurangnya huehue“, kata akun @yukifirasy.