Berita Terkini

Profil Wanda Hara, Pria Bercadar yang Ikut Kajian Ustadz Hanan Attaki

Kamu mungkin pernah mendengar nama Wanda Hari. Ya, pria ini memang berkecimpung di industri hiburan bersama artis Tanah Air, terutama soal urusan fashion stylist...

Demo Sempat Ricuh! Inilah 12 Tuntutan BEM SI untuk Jokowi di Akhir Masa Kepemimpinannya

Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) melakukan demonstrasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat pada Senin (22/7/2024).Dalam aksi demo tersebut BEM SI menyikapi...

Rangkuman Film Hijack 1971, yang Diangkat dari Kisah Nyata Pembajakan Pesawat Korea Selatan

Setelah sukses dirilis di Korea Selatan pada 21 Juni 2024, film Hijack 1971 akhirnya resmi tayang di Indonesia pada 17 Juli 2024. Film debut...

Joe Biden Mundur dari Pilpres AS dan Digantikan dengan Sosok Ini, Simak Isi Surat Pengunduran Dirinya

Presiden petahana Joe Biden putuskan untuk mundur dari ajang pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) 2024 yang akan diselenggarakan pada tanggal 5 November 2024.Dari keputusannya...

Download Lagu MP3 Gratis: Tips dan Trik Terbaik

Berbagai situs dan aplikasi kini menawarkan akses ke jutaan lagu dari seluruh dunia, memungkinkan pecinta musik untuk menambah koleksi lagu dengan cara download lagu...
HomeNewsTarik Dukungan dari Anies Baswedan, PKS Usung Siapa dalam Pilkada Jakarta 2024?

Tarik Dukungan dari Anies Baswedan, PKS Usung Siapa dalam Pilkada Jakarta 2024?

Juru bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ahmad Mabruri mengatakan partainya tidak mengusung Anies Baswedan. Mereka mengusung Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Sohibul Iman sebagai calon gubernur Jakarta dalam Pilkada 2024 mendatang.

“Kandidat yang kami usung adalah Mohamad Sohibul Iman,” kata Ahmad, Minggu (23/5/2024).

Ia menjelaskan, Sohibul adalah kader terbaik partainya yang memiliki kemampuan intelektual mumpuni serta berintegritas.

Namun, sikap berbeda ditunjukkan DPW PKS Jakarta yang mengusulkan Anies Baswedan. Bahkan, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga ikut mengusung Anies. Meski peluang Anies maju di Pilkada 2024 menurun akibat keputusan PKS tersebut, tapi ia masih bisa diusung oleh PKS, PDIP, dan NasDem.

Profil Sohibul Iman

Profil Sohibul Iman

Menurut laman pks.id, Sohibul Iman lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 5 Oktober 1965. Ia berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Teknik, Universitas Waseda, Jepang (1992). Sohibul kemudian melanjutkan magisternya di Universitas Takushoku (1994). Lalu, pada tahun 2024, ia mendapatkan gelar doktor dari Japan Advanced Institute of Science and Technology.

Pada 1992, Sohibul memulai karirnya sebagai penyiar radio di Jepang, NHK. Kemudian, ia bekerja sebagai peneliti di Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional dan menjadi seorang konsultan di Amroos Law Consultant.

Dilanjutkan pada tahun 1998, ia bergabung dengan Partai Keadilan sebagai Ketua Departemen IPTEK-LH. Tahun 2005-2010, Sohibul dipercaya menjabat sebagai Ketua DPP PKS Bidang Ekonomi, Keuangan, Industri, dan Teknologi. Selanjutnya, pada 2009, ia berhasil masuk ke gedung parlemen sebagai anggota DPR RI.

Selain berpolitik, Sohibul juga mengajar sebagai dosen di beberapa universitas. Ia juga merupakan mantan rektor Universitas Paramadina. Tak hanya itu, Sohibul Iman juga aktif dalam organisasi, seperti Masyarakat Ilmuwan dan Teknologi Indonesia, serta Yayasan Pendidikan Nurul Fikri.

Siapa yang Bakal Dampingi Sohibul Iman?

Setelah diajukan oleh PKS sebagai bakal calon gubernur dalam Pilkada Jakarta 2024, Sohibul Iman belum menentukan siapa pendampingnya.

Ahmad Mabruri mengatakan keputusan calon pendamping Sohibul baru diumumkan saat deklarasi resmi partai yang disebut akan dilakukan bersama partai politik lain. Namun ia tidak menyebutkan kapan deklarasi tersebut akan dilaksanakan dan meminta public untuk menunggu karena menyesuaikan waktu yang tepat.

Sohibul Iman sendiri ditetapkan sebagai bakal calon gubernur setelah PKS mengadakan rapat internal.

Mabruri mengatakan pada Pemilu 2024, PKS mendapatkan suara terbanyak di Jakarta sehingga memutuskan akan mendukung kader terbaiknya sebagai calon gubernur dalam Pilkada 2024.

Anies Baswedan Disebut Turun Level, Bagaimana Respons JK?

Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla atau JK merespons sebutan “turun level” untuk Anies Baswedan yang berniat mencalonkan diri sebagai gubernur usai kalah di Pilpres. Anies merupakan mantan Gubernur DKI Jakarta 2017-2022, menyatakan ingin ikut dalam Pilgub Jakarta 2024 setelah kalah dari Prabowo Subianto dalam Pilpres 2024.

JK mewajarkan Anies yang ingin maju sebagai calon petahana meski pernah mencalonkan diri sebagai presiden. Ia mengatakan keputusan tersebut adalah pilihan Anies.

“Ya, masing-masing orang punya pilihan, pilihan masing-masing ya,” ujar JK di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (22/5/2024).

Dia juga menuturkan tidak ada masalah jika Anies kembali maju sebagai cagub Jakarta. Meski begitu, politikus senior Partai Golkar itu mengatakan dirinya belum mengetahui informasi lain terkait pencalonan Anies di Pilgub 2024. Termasuk, tentang isu Anies akan dipasangkan dengan Kaesang Pangarep, yang tak lain adalah putra Presiden Joko Widodo.

Diketahui, Jusuf Kalla merupakan pendukung Anies pada Pilpres 2024. Dukungan tersebut membuat JK dan Golkar berbeda pilihan, sebab partainya mendukung pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Baca Juga: Peluang Anies dan Kaesang di Pilkada Jakarta 2024, Berapa Besar Potensinya?

Saat itu, Anies maju sebagai Capres bersama Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

JK juga ikut dalam kampanye Anies di Monumen Bandung Lautan Api, Bandung, Jawa Barat, pada 28 Januari 2024. Ia menyebut kedekatannya dengan Anies bak guru dan murid. Menurut JK, Anies merupakan muridnya dalam dunia politik.

Kedekatan mereka terjalin sewaktu aktif dalam pengelolaan Universitas Paramadina, Jakarta. Di mana Anies Baswedan menjadi rektor Universitas Paramadina 2007-2015. Sedangkan Jusuf Kalla sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan Wakaf Paramadina.