― Advertisement ―

HomeNewsWorld Water Forum 2024 di Bali, Hutama Karya Pamerkan 17 Bendungan Garapannya...

World Water Forum 2024 di Bali, Hutama Karya Pamerkan 17 Bendungan Garapannya di Masa Pemerintahan Presiden Jokowi

Indonesia saat ini sedang menjadi tuan rumah dari Acara World Water Forum ke-10 di Bali dengan tema “Water for Shared Prosperity” yang diselenggarakan mulai tanggal 20 hingga 25 Mei 2024.

Dalam kesempatan pertemuan tersebut, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan, Indonesia mengangkat empat inisiatif baru dalam pembenahan air di Indonesia salah satunya penetapan World Lake Day dengan menggandeng beberapa perusahaan di bidang konstruksi, salah satunya adalah Hutama Karya.

World Water Forum 2024

Dilansir topkonstruksi.com, dalam satu dekade terakhir PT. Hutama Karya (Persero) tercatat telah membangun 17 bendungan yang tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Hutama Karya pada acara World Water Forum ke-10 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) pada Selasa (21/5).

Dari 17 bendungan yang digarapnya tersebut, 11 di antaranya telah selesai masa pengerjaan dan 6 bendungan lainnya masih dalam proses pengerjaan.

Berikut 11 bendungan yang telah selesai masa pengerjaan:

  • Bendungan Leuwikeris di Jawa Barat,
  • Bendungan Gongseng di Jawa Timur
  • Bendungan Semantok di Jawa Timur
  • Bendungan Bendo di Jawa Timur
  • Bendungan Keureuto di Aceh
  • Bendungan Sindang Heula di Banten
  • Bendungan Batang Toru di Sumatra Utara
  • Bendungan Ladongi di Sulawesi Tenggara
  • Bendungan Ameroro di Sulawesi Tenggara
  • Bendungan Bintang Bano di Nusa Tenggara Barat
  • Bendungan Tanju & Mila di Nusa Tenggara Barat

Kemudian, 6 bendungan yang masih dalam proses pembangunan oleh Hutama Karya yaitu:

  • Bendungan Tiga Dihaji di Sumatra Selatan,
  • Bendungan Meninting di Nusa Tenggara Barat,
  • Bendungan Way Apu di Maluku,
  • Bendungan Bulango Ulu di Gorontalo,
  • Bendungan Cijurei di Jawa Barat
  • Bendungan Karangnongko di Jawa Tengah

Dalam pertemuan internasional terbesar di sektor air tersebut, Hutama Karya dengan sejumlah BUMN konstruksi lainnya berkolaborasi untuk turut menyemarakkan side event World Water Forum (WWF) yaitu pameran atau Fair and Expo yang menampilkan portofolio infrastruktur air dari masing-masing perusahaan.

Sejumlah BUMN konstruksi yang turut bergabung di antaranya PT Adhi Karya (Persero) Tbk (Adhi Karya), PT PP (Persero) Tbk (PP), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (Wika), PT Waskita Karya (Persero) Tbk (Waskita), PT Brantas Abipraya (Persero) (Brantas) dan PT Nindya Karya (Nindya).

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim menjelaskan, proyek–proyek strategis perusahaan seperti bendungan hadir untuk mendukung pengelolaan air berkelanjutan serta mewujudkan ketahanan pangan dalam menciptakan kemakmuran bagi masyarakat.

Tak hanya membangun infrastruktur air, Hutama Karya turut berperan dalam menyediakan fasilitas air sebagai wadah untuk mengatasi krisis, meningkatkan kesehatan dan menjadi solusi jangka panjang bagi masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Hal ini dibuktikan dengan keberhasilannya dalam membangun fasilitas air di sejumlah Kecamatan, yakni:

  • Fasilitas smart water di Kecamatan Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah,
  • Fasilitas sumur bor di Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Sumatra, dan
  • Fasilitas air baku yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan bersama BUMN Karya di Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, Riau.

Dalam acara tersebut, Presiden Jokowi juga menyampaikan, dalam sepuluh tahun terakhir Indonesia telah memperkuat infrastruktur air dengan membangun 42 bendungan, 1,18 juta hektar jaringan irigasi, 2.156 kilometer pengendalian banjir dan pengamanan pantai, serta merehabilitasi 4,3 juta hektar jaringan irigasi.

Presiden Jokowi mengatakan, “Yang Mulia, Forum Air Sedunia ke-10 ini sangat strategis untuk merevitalisasi aksi nyata dan komitmen bersama dalam mewujudkan manajemen sumber daya air terintegrasi. Ada tiga hal yang Indonesia konsisten dorong. Yang pertama meningkatkan prinsip solidaritas dan inklusivitas untuk mencapai solusi bersama terutama bagi negara-negara pulau kecil dan yang mengalami kelangkaan air,” ucap Jokowi dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Senin (20/5).

“Yang kedua memberdayakan hydro diplomacy untuk kerja sama konkret dan inovatif, menjauhi persaingan dalam pengelolaan sumberdaya air lintas batas. Yang ketiga memperkuat political leadership sebagai kunci sukses berbagai kerja sama menuju ketahanan air berkelanjutan,” lanjutnya.

Presiden Jokowi mengatakan Indonesia juga manfaatkan air untuk membangun pembangkit listrik tenaga surya PLTS terapung di Waduk Cirata sebagai PLTS terapung terbesar di Asia Tenggara.