Orang yang Kekurangan Vitamin D Mudah Terpapar Covid 19

Ilustrasi virus Corona--sumber foto wikipedia

Acuantoday.com— Sejumlah vitamin diklaim dapat membentengi tubuh dari terpapar Covid 19. Di antaranya adalah Vitamin D. Ini bukan sekadar berbicara namun penelitian para ilmuwan telah membuktikannya hari ini bahwa orang dewasa yang kekurangan Vitamin D lebih mudah terpapar Covid 19.

Para peneliti dari Brussels Free University, Belgia, mengklaim, memberikan suplemen Vitamin D bisa menjadi ‘strategi mitigasi yang tidak mahal’

Mengutip dailymail.co.uk, kesimpulan ini didapat setelah ditemukan bahwa banyak orang yang terpapar Covid 19, ternyata kekurangan Vitamin D di tubuhnya. Temuan ini membuat para dokter berseru agar segera dibagikan kemasyarakat suplemen Vitamin D yang harganya pun tidak mahal, daripada menunggu vaksin yang mungkin tidak pernah ditemukan. Vitamin D tidak memiliki efek sampingan berbahaya, namun memiliki kegunaan melawan penyakit.

sumber gambar dailymail.co.uk

Kekurangan nutrisi membuat orang lebih rentan terhadap penyakit, kondisi tidak sehat membuat penurunan kadar Vitamin D. Diperkirakan satu dari lima orang Inggris kekurangan Vitamin D-setara dengan 13 juta orang Inggris. Tetapi angka tersebut meningkat hingga 90% pada orang dengan kulit lebih gelap yakni kelompok etnis kulit hitam, seperti populasi BAME (minoritas) yang diketahui berisiko lebih besar terkena Covid-19.

Studi ini dilakukan oleh Universitas Birmingham pada staf NHS di Rumah Sakit Universitas Birmingham NHS Foundation Trust, salah satu rumah sakit Inggris yang merawat pasien Covid-19 terbanyak.

Para peneliti menganalisis sampel darah dari 392 petugas layanan kesehatan dalam periode dua minggu pada Mei – menjelang akhir gelombang pertama pandemi Covid-19. Termasuk pada dokter dan perawat junior, konsultan, fisioterapis, pekerja laboratorium, sekretaris, staf teater, dan ahli radiologi.

Ditemukan bahwa kekurangan Vitamin D lebih umum pada kelompok etnis BAME (kelompok minoritas). Mereka yang kekurangan Vitamin D cenderung melaporkan mengalami gejala nyeri tubuh. Hasil juga menunjukkan bahwa staf yang kekurangan vitamin D lebih cenderung melaporkan gejala nyeri dan nyeri tubuh.

Profesor David Thickett, dari Institut Peradangan dan Penuaan Universitas Birmingham, mengatakan: “ Penelitian kami telah menunjukkan bahwa ada peningkatan risiko infeksi Covid-19 pada petugas layanan kesehatan yang kekurangan vitamin D.”

“Data kami menambah bukti yang muncul dari penelitian di Inggris dan secara global bahwa individu dengan Covid-19 parah kekurangan Vitamin D daripada mereka yang menderita penyakit ringan.”

“Hasil kami, dikombinasikan dengan bukti yang ada lebih lanjut menunjukkan manfaat potensial dari suplementasi Vitamin D pada individu yang berisiko kekurangan Vitamin D atau yang terbukti kekurangan sebagai cara untuk secara potensial mengurangi dampak Covid-19.“ ***dian

 

Comments

comments