PAN Minta Ajakan Rekonsiliasi Rizieq Harus Ditanggapi Bijak

Rizieq Shihab mendapat sambutan dari ratusan simpatisan setiba di kediamannya, kawasan Petamburan, Jakarta./Foto: Acuantoday.com (Rahmat)

Acuantoday.com, Jakarta―Ajakan rekonsiliasi yang diajukan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab harus bisa dijadikan energi baru untuk kekuatan bangsa ini dalam menciptakan kerukunan dan kebersamaan.

“Dan Pemerintah harus dapat mengelola potensi ini dengan baik, arif dan bijaksana,” kata Anggota DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Guspardi Gaus dalam pernyataan tertulisnya, Sabtu (14/11).

Ia juga mengapresiasi seruan dan ajakan rekonsiliasi Rizieq itu.

Menurut Guspardi, niat Rizieq itu merupakan usulan yang simpatik dan upaya yang solutif untuk merekat kembali kerukunan, persaudaraan dan persatuan sebagai upaya perbaikan kehidupan demokrasi, berbangsa dan bernegara.

“Habib Rizieq baik sebagai ulama dan pemimpin Fron Pembela Islam (FPI) adalah panutan ummat, dan mempunyai potensi besar untuk merekat persaudaraan dan persatuan,” kata Guspardi.

Wakil Rakyat dari daerah pemilihan Sumatera Barat II itu juga meminta agar semua pihak jangan memprovokasi, atau mengkriminalisasi kepulangan Habib Rizieq sehingga membuat ajakan rekonsiliasi terganggu.

“Saatnya kita bersama bergandengan tangan, menyatukan hati dan fikiran. Kesampingkan berbagai perbedaan dengan mengedepankan semangat rekonsiliasi dalam bingkai persaudaraan dan persatuan demi kemaslahatan dan kemajuan bangsa dan negara,” pintanya.

Ditegaskannya, sinergitas berbagai elemen masyarakat, antara umara, ulama, umat harus dapat berjalan harmonis.

“Mari kita sebagai bangsa melihat ke depan dengan sikap yang arif dan bijaksana agar terciptanya kerukunan dan persatuan demi kesatuan serta kebaikan bangsa,” sarannnya.

Sebelumnya Habib Rizieq telah mengunggah ajakan Rekonsiliasi melalui kanal youtube-nya. Habib juga berharap pemerintah jangan asal main tangkap, jangan main ditersangkakan.

“Beda pendapat ayo duduk bersama adu argumentasi, adu alasan. Ini perlu dibuka pintu dialog. Teriak-teriak rekonsiliasi, mana mungkin digelar tanpa ruang dialog dibuka. Buka dulu pintu dialognya baru rekonsiliasi,” jelas Habib Rizieq dikutip dari siaran Front TV, Kamis (12/2020/ 2020). (rht)

Comments

comments