Paslon Didorong Utamakan Keselamatan Masyarakat dalam Kampanye

Ilustrasi- Beragam alat peraga sosialisasi dan kampanye penanganan COVID-19. Senin (28/9) Satgas Penanganan COVID-19 berupaya mengubah perilaku masyarakat agar taat dan patuh serta disiplin pada protokol kesehatan (prokes) COVID-19.

Acuantoday.com, Jakarta- Pelanggaran Protokol Kesehatan (Prokes) masih terjadi hingga kini, dan hal itu banyak terjadi saat kampanye calon kepala daerah di Pilkada serentak 2020. Sejak digelar pada 26 September, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mencatat terjadi 916 kasus pelanggaran Protkes pencegahan penularan COVID-19.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat dan KPU Daerah agar lebih meningkatkan aturan, dan mengingatkan para calon kepala daerah untuk menggelar kampanye lewat daring atau secara online.

“KPU Pusat dan KPU Daerah harus mengingatkan kepada para paslon dan tim kampanye, agar dalam menyampaikan program kerja lebih mengutamakan penyampaian melalui kampanye menggunakan media daring. Ini bertujuan untuk menghindari risiko penularan COVID-19 bagi peserta kampanye, dan masyarakat luas,” kata Bambang Soesatyo di Jakarta, Selasa (3/11).

Politisi Partai Golkar ini berharap KPU bisa menerapkan aturan secara tegas kepada para pasangan calon, atau tim kampanye yang melakukan pelanggaran Prokes pencegahan COVID-19, agar dapat memberikan contoh yang baik.

“Mengingat masih banyak Paslon dan tim kampanyenya yang acuh terhadap aturan protokol kesehatan, bahkan melakukan tindakan tidak menyenangkan ketika diberi peringatan telah melanggar,” tegas Ketua MPR.

Selain itu, politisi yang akrab disapa Bamsoet ini mendorong KPU dan Bawaslu untuk meminta komitmen para kandidat agar patuh terhadap aturan PKPU Nomor 11 tahun 2020 tentang Kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota, khususnya dalam menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

“Mengingat tahapan kampanye Pilkada 2020 masih akan berlangsung hingga 5 Desember 2020,” ucapnya.

Mantan Ketua Komisi III DPR RI ini mengimbau
kepada para kandidat di Pilkada 2020 untuk mengutamakan keselamatan masyarakat dari pada kampanye mereka. “Para kandidat agar lebih mengutamakan keselamatan dan kesehatan masyarakat ketimbang memaksakan kampanye tatap muka, yang berpotensi melanggar protokol kesehatan,” tutupnya. (rht)

Comments

comments