PBNU: Gugatan ke MK Dapat Hindari Kerusakan Akibat Demonstrasi Anarkis

Ketua PBNU Said Aqil Siradj./Foto : Rahmat (Acuantoday.com)

Acuantoday.com, Jakarta– Untuk menghindari terjadinya aksi demonstrasi yang berujung pada rusuh dan pengrusakan fasilitas umum maka kebaratan atas materi Omnibus Law UU Cipta Kerja dilakukan dengan cara-cara yang konstitusional.

Masyarakat yang menolak dapat mengajukannya ke Mahkamah Konstitusi (MK) selaku lembaga pengadilan perundang-undangan.

“Bagi semua pihak yang masih belum menerima UU Cipta Kerja ini ada saluran yang konstitusional yaitu menggugat melalui MK,” saran Ketua PBNU Said Aqil Siradj, Senin (12/10), menyikapi rencana menggelar kembali demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja.

Menurutnya, perlawanan atas masalah yang dinilai keliru baiknya menggunakan jalur hukum yang ada.
Apalagi saat ini meski telah disahkan, Pemerintah dan DPR masih melakukan sinkronisasi, mengingat UU Cipta Kerja ini merangkum 76 UU yang ada dan berisi hampir 1000 halaman.

“Kami berpendapat Pemerintah dan DPR melakukan sinkronisasi hingga UU baik diterima oleh masyarakat,” tambahnya.

Oleh karena itu, PBNU menilai upaya memperbaiki UU Cipta Kerja perlu didorong sehingga kebijakan Pemerintah melalui peraturan perundangan yang dibuat harus berorientasi pada kemaslahatan rakyat.

“Ada kaidah fiqh yang menjadi pedoman Nahdatul Ulama, yaitu seluruh kebijakan Pemerintah harus berorientasi pada kemaslahatan rakyat, kepentingan rakyat , tidak boleh untuk kepentingan tertentu,” tegas Aqil.

Rencananya, mahasiswa dan buruh akan menggelar kembali demonstrasi menolak UU Cipta Kerja pada Selasa (13/10/2020).

Said Aqil menambahkan, pada dasarnya PBNU berpandangan bahwa demonstrasi merupakan bagian upaya sebagian masyarakat untuk menyatakan pendapat. Bagi NU, kebebasan berpendapat di negara ini juga dibolehkan dan dijamin undang-udang.

“Kebebasan berpendapat dijamin oleh konstitusi, namun harus dilakukan secara beradab, patuh hukum dan tidak boleh anarkis, itupun oleh agama sangat dilarang. Allah berfirman dalam Quran ‘Haram hukumnya melakukan kerusakan di muka bumi’!” kata Said Aqil mengutip ayat Al Quran dalam video yang tersebar di medis sosial.

Said Aqil juga mendorong aparat penegak hukum untuk mengambil tindakan tegas dan mengusut tuntas para pelaku perusakan dan tindakan anarkis saat aksi demonstrasi yang dilakukan selama tiga hari pada 6 hingga 8 Oktober 2020 pekan lalu.

“Kami berharap kepada aparat keamanan mengungkap siapa dalang, atau aktor intelektual dibalik kerusuhan tersebut. Jangan hanya di lapangan, tapi betul -betul mengungkap secara tuntas,” tegasnya.(rht)

Comments

comments