PDIP Tegaskan Negara Tidak Boleh Kalah dengan Kelompok Radikal

Dokumentasi - Laskar Front Pembela Islam (FPI) saat berunjuk rasa. (Foto : Antara)

Acuantoday.com, Jakarta- Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab tidak memenuhi panggilan pertama Polda Metro Jaya soal kerumunan yang melibatkan dirinya.

Sikap Habib Rizieq ini mendapat kritik dari politisi PDI Perjuangan Henry Yosidiningrat, yang meminta polisi tidak boleh takut dengan ancaman yang disampaikan perorangan maupun kelompok.

“Kalau pendukung menghalang-halangi, itu berarti mengacak-acak sistem hukum yang berlaku dan penegak hukum. Negara tidak boleh kalah dengan ancaman sekelompok orang yang radikal-radikal seperti itu, yang memaksakan kehendak,” kata Henry dalam keterangan tertulisnya, Kamis (3/12).

Sebelumnya, pendukung Habib Rizieq pada Selasa kemarin mengancam akan menggeruduk Markas Polda Metro Jaya, jika Habib Rizieq diperiksa terkait dengan kasus kerumunan yang melibatkannya pada masa pandemi Covid-19.

Tidak hanya itu, para pendukung Habib Rizieq menghalangi polisi masuk ke kawasan kediaman Habib Rizieq di Petamburan. Tak sampai disitu, aksi intimidasi juga dilakukan oleh pendukung Habib Rizieq di kediaman orang tua Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD di Madura.

Aksi-aksi seperti itu, kata Henry, dikhawatirkan mengganggu ketertiban umum dan berpotensi menciptakan konflik sosial. Henry menegaskan, di negara hukum tidak boleh ada seseorang atau kelompok yang menghalang-halangi penegakan hukum.

Polisi bekerja sama dengan TNI harus mampu menghadang aksi massa yang menebar ancaman dan berpotensi mengganggu ketertiban umum. Jika tidak, menurut dia, akan menjadi preseden buruk.

“Barang siapa yang menghalang-halangi aparat penegak hukum, dalam melakukan tugas hukum itu bisa dipidana,” jelasnya.

Henry mendukung polisi untuk jalan terus untuk memeriksa Habib Rizieq. Pendukung habib Rizieq juga mesti tahu bahwa polisi menjalankan tugasnya sesuai dengan Undang-Undang. Oleh karena itu, dia meminta agar pendukung Habib Rizieq tidak mengintervensi penegakan hukum.

“Ini negara kita negara hukum tidak ada pengecualian. Rizieq tidak kebal hukum, artinya hak negara dan hak penegak hukum untuk memanggil dan memeriksa dia,” tegasnya. (rht)

Comments

comments