PDIP Tepis Tuduhan Rezim Jokowi Represif

Sekretaris Jenderal (Sekjend) Partai PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto./Foto: Istimewa

Acuantoday.com, Jakarta- Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menampik anggapan rezim Presiden Joko Widodo otoriter, sebagaimana dikatakan oleh pihak-pihak tertentu.

Penegasan menyusul tuduhan sejumlah pihak atas penanganan sejumlah aktivis demontrasi yang dinilai banyak dilakukan dengan cara-cara kekerasan dan penangkapan sejumlah aktivis politik hanya karena berbeda pandangan politik.

“Kalau represif itu gambarannya sangat jelas, yang dilakukan oleh pemerintah Orde Baru,” kata Hasto kepada wartawan, Kamis (29/10).

Menurut Hasto, apa yang dilakukan oleh pihak keamanan bukanlah tindakan represif yang melanggar etika, maupun aturan seperti perilaku rezim otoriter. Dikatakan Hasto, hal itu berbeda dengan era Orde Baru, karena Jokowi masih mengedepankan dialog.

“Aspirasi dari masyarakat selalu diterima. Dan demikian pula dengan PDI Perjuangan,” ucapnya.

Dijelaskan Hasto, langkah yang diambil oleh aparat keamanan terhadap perilaku yang melanggar hukum, seperti merusak fasilitas umum maupun menyebar hoaks. Karena demokrasi di Indonesia dibangun dengan aturan main. Sehingga semua pihak harus mengikutinya.

Menurutnya demokrasi dibangun dengan aturan main, demokrasi juga harus mencerdaskan kehidupan bangsa, demokrasi ini disertai dengan etika, dengan perilaku yang baik, moralitas yang baik.

“Demonstrasi itu diatur dalam konstitusi. Tetapi demokrasi tidak boleh merusak. Ketika demo sudah merusak fasilitas umum, publik, disitulah aparat penegak hukum harus bertindak menegaskan hukum di atas segalanya. Menegakan hukum untuk memastikan kemananan dan ketertiban dalam masyarakat itu,” tegasnya.(rht)

Comments

comments