Pelaku Usaha Komitmen Cegah COVID-19 Kluster Cafe

Salah satu Cafe dan Resto yang baru di Kabupaten Nunukan yang tetap eksis selama pandemi COVID-19. (Foto : Antara)

Acuantoday.com, Nunukan- Jumlah pasien COVID-19 di Kabupaten Nunukan, Kaltara masih bertambah sehingga berstatus zona merah, sehingga Pemda menerbitkan surat edaran pembatasan pengunjung dan waktu layanan di cafe dan warung makan.

Pembatasan ini ditanggapi positif oleh pelaku usaha cafe dan warung makan dengan memahami pemberlakuan kebijakan tersebut, agar tidak muncul kluster cafe.

Hermang bin Mirwang, Manajer Coffee Pasta Nunukan, mengakui pendapatan menurun drastis setelah adanya pembatasan waktu layanan dan pengunjung.

Namun dia sangat memahami kebijakan tersebut memutus mata rantai penyebaran virus Corona di daerah itu.

Ia pun mengaku mengikuti anjuran Pemkab Nunukan agar pelaku usaha menyediakan tempat cuci tangan dan pengukur suhu badan dengan memeriksa pengunjung.

“Saya itu menyediakan tempat cuci tangan dan pengukur suhu badan sesuai arahan dari pemda. Kami selaku pengelola cafe harus taat aturan meskipun berdampak pada penghasilan,” ujar Hermang, Jumat (22/1).

Selama penerapan pembatasan jam layanan, penghasilan di Coffee Pasta menurun hingga 80 persen.

“Biasanya dalam satu malam itu pemasukan bisa sampai 2 juta tapi selama PSBB ini paling banyak 500 ribu,” beber dia.

Hal sama diutarakan Andi Fajrul, pengelola 93 Cafe dan Resto di Nunukan. Pemberlakuan PSBB berdasarkan Surat Edaran Bupati Nunukan Nomor 1 Tahun 2020 mulai berlaku 11-25 Januari 2021 sangat berdampak pada penghasilan usahanya.

Ia beberkan sebelum adanya surat edaran tersebut pemasukannya bisa mencapai Rp5 juta sampai Rp10 juta per hari. Setelah adanya PSBB ini menurun drastis hingga 70 persen.

Hanya saja, dia memaklumi adanya kebijakan Pemda setempat karena pandemi COVID-19 ini yang perlu dicegah secara bersama-sama.

Cafe dab Resto 93 ini menyediakan tempat cuci tangan dan pengukur suhu badan untuk pengunjung. Tujuannya, pengunjung yang masuk di cafe miliknya tetap aman dari virus Corona.

Pengelola cafe ini juga, kata Andi Fajrul, rutin membersihkan meja dan kursi setelah pengunjung keluar dengan cairan pembunuh kuman atau virus.

Pengelola cafe dan resto di Kabupaten Nunukan komitmen menjaga kesehatan agar tidak terjadi kluster cafe.(har)

Comments

comments