Pembelajaran Tatap  Muka Harus Dipersiapkan Secara Matang

Sejumlah siswa mengikuti kegiatan belajar tatap muka di SD Negeri 1 Sungai Sekonyer, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Selasa (30/3). Foto:Antara/Makna Zaezar/foc

Acuantoday.com, Jakarta –  Pemerintah harus mempersiapkan secara matang bila ingin menerapkan  pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah.

Guru Besar Paru FKUI Prof. Tjandra Yoga Aditama menyebutkan perlu ada kebijakan yang berdasar pada dua hal yakni perkembangan ilmu pengetahuan terkini, yang memang cepat berubah dari waktu ke waktu dan situasi epidemiologi terkini.

Mantan Direktur Penyakit Menular di WHO Asia Tenggara itu merujuk panduan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) , salah satunya mengenai jaga jarak antar warga di sekolah sekitar 1 meter.

Kemudian, pada area dengan penularan masyarakat yang tinggi maka jarak antar murid dan warga sekolah lainnya sekitar 1,8 meter.

“Jarak 1,8 meter harus tetap dijaga antara orang dewasa (guru dan staf sekolah), antara orang dewasa dan murid di sekolah, kalau masker tidak digunakan (misalnya ketika makan), pada keadaan dimana orang banyak mengeluarkan napas (seperti menyanyi, berteriak, olahraga dan lainnya), di dalam ruang tertutup dan sebaiknya kalau ada kegiatan seperti ini dilakukan di ruang terbuka saja,” kata Tjandra dalam keterangannya, Kamis (1/4).

Selain itu, sebaiknya barang-barang tidak penting dikeluarkan dari kelas, perlu ada modifikasi di kelas untuk menjamin jaga jarak antar murid termasuk dikuranginya interaksi yang tidak terlalu penting.

CDC , tambah Tjandra, juga merekomendasikan aturan jam giliran sekolah agar sekolah tidak terlalu dipenuhi murid pada suatu waktu tertentu, penggunaan masker dan cuci tangan, kebersihan lingkungan, bangku, kelas dan sekolah serta prosedur kemungkinan tes dan penelusuran kasus bila diperlukan.

“Karena di Amerika Serikat ada bis sekolah maka juga dibuat aturan didalam bis, seperti jarak antar kursi yang boleh diduduki, penggunaan masker, jendela bis dibuka dan lainnya,” ujar dia.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyatakan keputusan SKB 4 Menteri mewajibkan bagi guru dan tenaga kependidikan di sekolah yang sudah melaksanakan vaksinasi COVID-19 untuk bisa membuka belajar tatap muka di sekolah.

Nadiem berharap semua sekolah sudah membuka belajar tatap muka pada Juli mendatang, dengan  tetap menerapkan protokol kesehatan. (Bram/Antara)

Comments

comments