Pemberitaan Sehat Filter Serangan Hoaks

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo saat membuka Press Gathering dan diskusi antara Pimpinan MPR RI dengan Kordinatoriat Wartawan Parlemen di Serang, Banten, Sabtu (5/9/2020). Diskusi press gathering mengambil tema "MPR Rumah Kebangsaan"./ Foto: Acuantoday.com

Acuantoday.com, SERANG- Pemberitaan sehat menjadi penyeimbang berita-berita bohong alias hoaks. Bagi masyarakat berita sehat dan positif sekaligus juga berperan sebagai filter sehingga terbebas dari informasi menyesatkan dan mempengaruhi opini publik yang negatif.

“Sebagai gambaran, hingga 5 Mei lalu, Kementerian Komunikasi dan Informatika menemukan 1.401 konten hoaks dan dis-informasi terkait pandemi Covid-19,” ucap Ketua MPR RI Bambang Soesatyo di Serang, Banten, Sabtu (5/9/2020).

Penegasan disampaikan Bamsoet saat membuka Press Gathering dan diskusi antara Pimpinan MPR RI dengan Kordinatoriat Wartawan Parlemen. Diskusi press gathering mengambil tema “MPR Rumah Kebangsaan”.

Turut hadir para Wakil Ketua MPR RI antara lain Ahmad Muzani, Lestari Moerdijat, Syarief Hasan, dan Hidayat Nur Wahid (virtual). Hadir pula pimpinan Fraksi MPR RI antara lain Idris Laena (Golkar), Taufik Basari (Nasdem), Anton Sukartono (Demokrat), Arwani Thomafi (PPP) dan Intsiawati Ayus (Kelompok DPD).

Lebih jauh, Bamsoet mengaku prihatin dengan derasnya gempuran digitalisasi dengan hadirnya pendengung (buzzer) hingga influencer yang terkadang menjadi referensi masyarakat mendapatkan informasi. Namun di sisi lain ia meraaa lega karena pers masih memiliki peran yang signifikan. Khususnya sebagai kekuatan publik yang merepresentasikan fungsi kontrol dan kritik rakyat terhadap jalannya roda pemerintahan. Dahsyatnya digitalisasi justru harus dijadikan tantangan bagi pers untuk memberikan pelayanan informasi yang mendalam, akurat, obyektif dan berimbang.

“Terlebih ketika kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat tengah terhimpit oleh dampak pandemi. Mengapa masih ada saja pihak-pihak tidak bertangggung jawab yang mencederai kondisi psikologis masyarakat, dengan menyebarluaskan informasi yang menyesatkan,” ujarnya.

Wakil Ketua Umum Partai Gokkar ini menambahkan, peran media massa menjadi semakin penting di era keterbukaan informasi publik dan perkembangan teknologi informasi yang semakin deras. Hal itu juga mendorong arus globalisasi yang nyaris tanpa batas.

“Globalisasi adalah keniscayaan yang sulit kita hindarkan dan ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi dapat memperluas cakrawala dan perspektif kita dalam memandang dunia, namun di sisi lain juga menyertakan nilai-nilai yang dapat mengikis kepribadian dan jati diri bangsa,” tegasnya.

Dikatakan, berbagai peran media massa dalam membangun demokrasi saat ini telah terimplementasikan dalam berbagai peran penting. Di mana media massa tidak hanya menjadi institusi yang menyebarluaskan informasi kepada masyarakat.

“Tetapi juga merepresentasikan fungsi kontrol, fungsi kritik, sekaligus memberikan ruang bagi partisipasi publik. Peran media dalam menyajikan informasi yang akurat, obyektif dan berimbang, pada gilirannya akan mendorong terwujudnya masyarakat yang ‘sehat’, yaitu masyarakat yang melek informasi,” ucap Bamsoet.(har)

Comments

comments