Pemberlakuan Larangan WNA Masuk Indonesia Tak Perlu Tunggu 1 Januari

Warga mengantre di lokasi tes cepat (rapid test) COVID-19 di Bandara Soekarno-Hatta. (Foto : Angkasa Pura II)

Acuantoday.com, Jakarta- Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta meminta larangan Warga Negara Asing (WNA) masuk ke Indonesia tidak perlu menunggu tanggal 1 Januari, karena varian baru Coronavirus alias Covid-19 yang telah terdeteksi di sejumlah negara makin menghawatirkan.

“Kabarnya corona varian baru ini lebih agresif, mestinya kalau mau efektif mencegah penularan masuk ke RI, penutupan akses itu berlaku spontan, saat diumumkan itu juga, seperti di negara-negara lain,” kata Sukamta lewat keterangan tertulis, Rabu (30/12).

Menurut Sukamta, dengan adanya jeda beberapa hari ke depan bisa menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan dengan adanya WNA dari berbagai negara masuk ke Indonesia. Harusnya, kata Sukamta, Pemerintah harus belajar dari awal masuknya Covid-19 ke Indonesia awal tahun 2020 kemarin.

“Jeda beberapa hari ini sangat riskan akan datangnya WNA yang berpotensi terjangkiti varian baru Covid. Pemerintah mesti berkaca kepada kejadian awal Covid masuk Indonesia, juga karena lengah dalam menetapkan pembatasan di pintu-pintu masuk ke Indonesia,” ucapnya.

Wakil Ketua Fraksi PKS ini meminta, kebijakan penutupan akses bagi WNA menjadi bagian komperhensif kebijakan penanganan pandemi Covid di Indonesia.

“Jangan sampai hanya penutupan sementara masuknya WNA, sementara di dalam negeri sendiri tidak ada kebijakan yang memadai untuk tangani Covid,” ujarnya.

Dikatakan Sukamta, masyarakat Indonesia saat ini disuruh bergulat sendiri dengan Covid-19, dan yang kuat biar tetap sehat, yang lemah akan sakit.

“Sementara jumlah bed dan ruang isolasi perawatan Covid di berbagai daerah sudah melebihi kapasitasnya. Pemerintah perlu lebih taktis menangani pandemi,” jelasnya.

Diketahui, Pemerintah pusat lewat Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) sudah mengeluarkan aturan pelarangan Warga Negara Asing masuk ke Indonesia per 1 Januari 2021, untuk mengantisipasi penyebaran varian baru Covid-19 yang ditemukan di Inggris. (rht)

Comments

comments