Pembunuhan Ilmuwan Iran: Sekjen PBB Minta Semua Pihak Tahan Diri, Iran Tuduh Israel Tanggung Jawab

Dokumentasi - Warga Iran menghadiri prosesi pemakaman Mayor Jenderal Iran Qassem Soleimani, Kepala Pasukan Elit Quds, dan komandan milisi Irak Abu Mahdi al-Muhandis, yang tewas dalam serangan udara Amerika Serikat di bandara Baghdad, di Tehran, Iran, 6 Januari 2020. Nazanin Tabatabaee/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS/File Photo/aww/cfo

Acuantoday.com— Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres  mendesak semua pihak untuk menahan diri pascapembunuhan ilmuwan Iran.
Pernyataan yang dikutip oleh juru bicaranya itu menanggapi peristiwa seorang ilmuwan nuklir Iran, yang telah lama dicurigai oleh Barat sebagai dalang program senjata atom rahasia, dibunuh di dekat Teheran.

Sementara Iran mengatakan Israel bertanggung jawab atas kematian ilmuwan nuklir terkemuka Mohsen Fakhri Zadeh. Iran memberi tahu “indikasi serius tanggung jawab Israel” dalam pembunuhan ilmuwan nuklir Mohsen Fakhri Zadeh dan berhak untuk membela diri, tulis negara itu dalam sebuah surat kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Dewan Keamanan PBB pada hari Jumat.

“Peringatan terhadap tindakan apa pun oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap negara saya, terutama selama sisa periode pemerintahan Amerika Serikat saat ini, Republik Islam Iran berhak untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk membela rakyatnya dan mengamankan kepentingannya,” utusan Iran untuk PBB, Majid Takht Ravanchi, menulis dalam surat itu, yang dilihat oleh Reuters.

Ilmuwan nuklir terkemuka Iran Mohsen Fakhri Zadeh dibunuh oleh “teroris bersenjata” di dekat ibu kota Teheran pada Jumat (27/11), seperti diumumkan Kementerian Pertahanan Iran. Media setempat melansir bahwa Fakhri Zadeh, kepala program nuklir Kementerian Pertahanan, diserang di desa Absard, 60 km timur laut Teheran, pada sore hari

“Kami telah mencatat laporan bahwa seorang ilmuwan nuklir Iran telah dibunuh di dekat Teheran hari ini,” kata juru bicara Guterres, Farhan Haq. “Kami mendesak semua pihak untuk menahan diri dan menghindari tindakan yang dapat menyebabkan peningkatan ketegangan di wilayah tersebut,” katanya.

Media setempat melansir bahwa Fakhri Zadeh, kepala program nuklir Kementerian Pertahanan, diserang di Desa Absard, 60 kilometer timur laut Teheran, pada sore hari.***dian/rtr/ant

 

Comments

comments