Pemeriksaan Effendi Gazali terkait “Perusahaan Titipan” Pengadaan Bansos Covid

Effendi Gazali. (Foto : Antara)

Acuantoday.com, Jakarta- Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri menegaskan, penyidik dalam memanggil saksi untuk dimintai keterangan tidak asal asalan atau berdasar petunjuk bukti yang valid.

Penegasan tersebut, ucap Ali, merespon pihak-pihak yang mempertanyakan kaitan Effendi Gazali yang seorang Dosen Ilmu Komunikasi UI dengan dugaan korupsi bantuan sosial di Kementerian Sosial RI 2020.

“Penyidik memanggil yang bersangkutan sebagai saksi tentu karena ada kebutuhan penyidikan,” kata Ali dalam keterangan tertulisnya, Minggu (28/3/2021).

Effendi Gazali diperiksa, jelas Ali, karena namanya disebut dalam berkas perkara yang melibatkan mantan pejabat pembuat komitmen (PPK) di Kemensos Matheus Joko Santoso.

Menurut Ali, penyidik menduga pakar komunikasi politik Effendi Gazali menitipkan perusahaan untuk mendapatkan jatah bansos Covid-19 Jabodetabek 2020 di Kementerian Sosial.

“Ada data dan informasi yang perlu dikonfirmasi kepada yang bersangkutan terkait dengan pelaksanaan pengadaan bansos dimaksud,” ujarnya.

Penitipan itu, papar Ali, disampaikan Effendi melalui mantan pejabat pembuat komitmen (PPK) sekaligus kuasa pengguna anggaran (KPA) di Kemensos Adi Wahyono. Adi merupakan salah satu tersangka penerima suap.

“Effendi Gazali didalami pengetahuannya terkait pelaksanaan pengadaan bansos di Kemsos tahun 2020 antara lain terkait adanya dugaan rekomendasi salah satu vendor yang diusulkan oleh saksi melalui tersangka AW (Adi Wahyono) untuk mengikuti pengadaan Bansos di wilayah Jabodetabek tahun 2020 di Kemsos,” pungkasnya. (Mmu)

Comments

comments