Pemerintah Didesak Tuntaskan Aturan Turunan tentang Pesantren

Ilustrasi - Pondok Pesantren menjadi salah satu klaster penyumbang penularan virus corona (COVID-19). /Foto : Antara

Acuantoday.com, Jakarta- Setelah ditetapkan Undang-Undang (UU) Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren pada, 21 Oktober 2019 kemarin menjadi angin segar pada pesantren-pesantren di Indonesia. Pasalnya, dengan UU ini bisa dialokasikan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) untuk kemajuan pendidikan di pesantren.

Namun, dalam perjalanannya UU pesantren ini hingga kini belum ada aturan pelaksana yang diterbitkan oleh pemerintah. Di UU No 18 Tahun 2019 tentang Pesantren setidaknya dibutuhkan 2 Substansi Peraturan Presiden (Perpres), dan 7 Substansi Peraturan Menteri.

“Kami mendesak kepada Pemerintah untuk segera menuntaskan aturan turunan UU No 18 Tahun 2019. Terbitnya Aturan turunan yang terlambat, menyebabkan penundaan rekognisi, afirmasi dan fasilitasi negara bagi Pesantren,” kata Anggota DPR RI Arwani Thomafi di Jakarta, Rabu (21/10).

Dikatakan Arwani, Fraksi PPP secara penuh mendukung Pemerintah dalam menyukseskan program afirmasi dan fasilitasi kepada pesantren, baik pembangunan infrastruktur, program pendidikan daring hingga pendidikan vokasi di pesantren atau BLK.

“Kami mendukung penuh program afirmasi dan fasilitasi negara kepada pesantren melalui Program Kerja di berbagai Kementerian, antara lain seperti Rusun bagi pesantren, peningkatan sanitasi pesantren yang layak, pusat kesehatan pesantren, program pendidikan daring, pendidikan vokasi di pesantren (BLK) yg benar-benar memiliki dampak konkret bagi peningkatan kualitas, kapasitas, dan daya saing santri,” ucap dia.

Namun begitu, Wakil Ketua Umum PPP ini menyayangkan di satu tahun usia hari Pesantren ini ditandai dengan tidak dialokasikan BOP Pesantren dalam APBN 2021.

“Kami mendesak, Pemerintah dapat melakukan perubahan APBN 2021 dengan kembali mengalokasikan BOP ke pesantren dan biaya operasional santri. Upaya ini untuk mengkonkretkan jargon ‘Santri Sehat Indonesia Kuat’ dalam peringatan Hari Santri Tahun 2020,” jelasnya. (rht)

Comments

comments