Pemerintah Diminta Buat Klarifikasi soal Isu Manipulasi Data Pasien COVID-19

Ilustrasi--sumber foto Fabio Bucciarelli for The New York Times

Acuantoday.com, Jakarta- Kabar tak sedap tentang adanya rumah sakit melakukan manipulasi data pasien virus corona atau COVID-19 sebaiknya segera diluruskan.

Untuk itu, pemerintah dan rumah sakit diminta melakukan klarifikasi terhadap isu adanya pasien sakit umum yang diduga dimanipulasi datanya menjadi pasien COVID-19 oleh oknum petugas rumah sakit, agar untuk mendapat keuntungan dana COVID-19 yang nilainya cukup besar.

“Perlu penjelasan dan klarifikasi kepada masyarakat terkait beredarnya informasi tersebut, sehingga dapat memberikan ketentraman dan kepercayaan terhadap pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam pelayanan pasien Covid-19,” kata Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Selasa (6/10).

Selain melakukan klarifikasi, Pemerintah juga harus melakukan pengawasan yang ketat, dan meminta pertanggungjawaban dari Rumah Sakit, Puskesmas, Dinas Kesehatan, Pokja Covid-19, dan BPJS dalam menangani dan menginformasikan data pasien.

“Hal ini dilakukan agar dapat mencegah adanya manipulasi data pasien,” ucapnya.

Bamsoet, panggilan akrab Bambang Soesatyo menekankan transparansi data pasien dan data angka kematian akibat Covid-19 juga baiknya dijelaskan secara valid, agar anggapan negatif dari masyarakat terbantahkan dengan data-data dari Pemerintah.

Rumah Sakit juga transparan terhadap data kematian pasien di RS pada masa pandemi Covid-19, agar diketahui data yang valid dari penyebab kematian pasien di RS.

“Sehingga dapat mencegah timbulnya dampak negatif, seperti adanya anggapan manipulasi data Covid-19,” jelasnya.

Kepada seluruh stakeholders terkait penanganan COVID-19 juga diminta memperbaiki pelayanan kesehatan dalam penanganan pandemi Covid-19, termasuk komitmen dan integritas dalam upaya penanggulangannya. (rth)

Comments

comments