Pemerintah Diminta Hentikan Konflik di Intan Jaya

Dokumentasi petugas bersiaga di salah satu TKP penembakan di Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua/Foto:Antara

Acuantoday.com, Jakarta – Pemerintah harus segera menghentikan konflik di Kabupaten Intan Jaya, Papua, terutama setelah seorang pewarta gereja Katolik di Stasi Emondi, Paroki Bilogai di Distrik Sugapa, bernama Agustinus Duwitau, ditembak orang tidak dikenal.

Anggota Komisi I DPR, Yan Permenas Mandenas, menyampiakan hal itu di Jakarta, Kamis (8/10).

Ia akan segera ke Papua untuk melihat sejumlah isu di sana, termasuk konflik yang terjadi di Intan Jaya.

Mandenas mengaku kaget mendengar Duwitau menjadi korban penembakan. Sebelumnya, September lalu, Pendeta Yeremia Zanambani juga ditemukan tewas, juga  ditembak orang tak dikenal.

“Sampai sekarang kasus almarhum Pendeta Yeremia saja belum terungkap lalu mengapa ada lagi yang harus jadi korban. Sebenarnya apa yang terjadi di sana,” ujar dia..

Anggota DPR dari daerah pemilihan Papua itu meminta pemerintah dan TNI-Polri bertanggung jawab terhadap keamanan masyarakat di Kabupaten Intan Jaya.

Menurut dia, peristiwa seperti yang terjadi selama ini tidak bolek dibiarkan begitu saja, harus ada solusi yang dilakukan pemerintah bersama TNI-Polri.

“Harus ada solusi kongkrit yang dilakukan pemerintah bersama TNI dan Polri. Jangan sampai peristiwa seperti ini berlarut-larut. Itu bisa membias ke daerah lain di Papua,” katanya.

Ia  juga mempertanyakan sudah sejauh mana Tim Gabungan Pencari Fakta untuk mengungkap sejumlah aksi penembakan yang terjadi di Intan Jaya, khususnya tentang kasus yang menimpa Zanambani.

Mandenas berharap tim TGPF bentukan pemerintah pusat bekerja ekstra untuk mengungkap kasus penembakan alm Pdt. Yeremia. Kerja dengan terbuka dan tidak boleh ada yang ditutup-tutupi. (Yona)

 

Comments

comments