Pemerintah Diminta Pastikan Vaksin AstraZeneca Aman

Vaksin AstraZeneca. (Foto : Antara)

Acuantoday.com, Jakarta- Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan B Najamudin mengingatkan pemerintah tentang keamanan dan efek samping dari Vaksin AstraZeneca.

Menurutnya, meskipun BPOM sudah memberika izin darurat terhadap Vaksin AstraZeneca, namun perlu kepastian dari pemerintah agar masyarakat merasa aman.

“Meskipun sudah mendapatkan izin penggunaan darurat dari Uni Eropa, India, Arab Saudi, hingga Bahrain. Namun pemerintah harus memberikan edukasi dan pemahaman terhadap vaksin baru ini. Jangan sampai dikemudian hari ada efek samping berbahaya yang ditimbulkan,” ucap Sultan Najamudin dalam keteranganya, Selasa (9/3/2021).

Mantan Wakil Gubernur Bengkulu ini menambahkan, perlunya pengenalan terhadap Vaksin AstraZeneca ke masyarakat. Dengan adanya pengenalan dan pemahaman, tidak akan timbul kegaduhan di masyarakat. Sebab saat ini masyarakat hanya diberi pemahaman dan kepercayaan tentang Vaksin Sinovac, yang harus melalui tiga kali uji klinis.

“Sama seperti jenis vaksin sebelumnya, pemerintah memberi keyakinan bahwa vaksin tersebut itu aman melalui uji klinis sebelum didistribusikan. Alangkah baiknya, dalam vaksin yang baru tiba, diberikan pemahaman dan keyakinan agar tidak timbul kegaduhan,” terang Sultan.

Untuk diketahui, Vaksin Covid-19 AstraZeneca yang didatangkan ke Indonesia melalui skema COVAX telah tiba perdana di Jakarta pada Senin, 8 Maret 2021 kemarin.

Vaksin tersebut tiba melalui Bandara Udara Soekarno-Hatta, Tangerang, yang dikemas melalui kontainer besi besar sebanyak 1.113.600 vaksin, dengan total berat 4,1 ton.

Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan (BPOM) resmi menerbitkan izin penggunaan darurat, atau emergency use authorization (UEA) untuk vaksin AstraZeneca guna melawan virus Covid-19 di Indonesia. Uji klinis vaksi AztraZeneca berbanding terbalik atas vaksin Sinovac yang mendapatkan tiga kali uji klinis, sebelum didistribusikan ke masyarakat.

Berdasarkan evaluasi BPOM, vaksin AstraZeneca memiliki efikasi atau khasiat 62,1%.

Pada tahap pertama vaksin AstraZeneca dikirim sebanyak 1,1 juta dosis. Jumlah itu merupakan bagian dari rencana 11 juta vaksin AstraZeneca yang akan diimpor ke Indonesia.

Vaksin ini didatangkan dalam kerangka kerja sama pengadaan vaksin oleh COVAX yang diinisiasi oleh World Health Organization (WHO).

Sebelumnya pada Agustus hingga Januari 2021, vaksin Sinovac diuji di Bandung dengan melibatkan 1.600-an relawan.(har)

Comments

comments