Pemerintah Jaga 11 komoditas Ketahanan Pangan Selama Pandemi, Apa Saja?

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat mengunjungi sawah abadi milik Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta di Kawasan Cakung, Jakarta Timur, Sabtu. ./Foto: Antara

Acuantoday.com, Jakarta―Kementerian Pertanian (Kementan) menjaga 11 komoditas untuk menjamin ketahanan pangan masyarakat di tengah krisis akibat pandemi COVID-19.

“Ada 11 (komoditas) yang kami jaga,” kata Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo Jakarta, Senin (10/11).

Ia mengatakan 11 komoditas tersebut adalah beras, jagung, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, daging sapi/kerbau, daging ayam ras, telur ayam ras, gula pasir dan minyak goreng.

Ia memprediksi bahwa ketersediaan pangan di Indonesia sampai Desember 2020 akan aman karena kesebelas komoditas tersebut telah diamankan.

Selain menjaga ketersediaan 11 komoditas pangan utama, Kementan juga menjaga ketersediaan komoditas substitusi impor, yaitu bawang putih dan daging sapi.

“Kita persiapkan ini. 11 komoditi dasar ini sudah kita siapkan. Insya Allah bisa terjamin 2020 kita lewati,” katanya.

Selain menyiapkan ketersediaan pangan hingga akhir 2020, Kementan juga berupaya menjamin ketersediaan pangan hingga dua tahun ke depan guna menghadapi dampak krisis yang diakibatkan oleh pandemi COVID-19.

“Saya mempersiapkan segalanya sampai dua tahun (untuk) menghadapi pandemi ini sampai dua tahun,” katanya.

Sementara itu, Kementan juga mengambil sejumlah langkah untuk menjaga ketersediaan tersebut, antara lain dengan mencoba memperluas areal tanam untuk jagung dan bawang merah.

Kemudian, Kementan juga mencoba meningkatkan produksi gula, daging sapi dan bawang putih.

Mereka juga berupaya melakukan diversifikasi pangan lokal seperti ubi kayu, jagung, sagu, pisang, kentang dan sorgum, selain juga memanfaatkan lahan pekarangan dan marjinal melalui program pekarangan pangan lestari (P2L) dan urban farming.

“Sekarang ini lagi populer banget, banyak artis, pejabat yang sekarang beragroponik dan menanam sayur di halaman rumahnya,” kata dia.

Lebih lanjut, pemerintah juga membuat lumbung pangan nasional, lumbung pangan provinsi, kabupaten bahkan desa yang diharapkan dapat menjamin ketersediaan pangan masyarakat, selain juga dengan mengembangkan komando strategi penggilingan dan stabilisasi harga. (ahm)

Comments

comments