Pemkab Bantul Tak Akan Lockdown Kapanewon Piyungan

Sekda Bantul Helmi Jamharis.(Foto : Chaidir/Acuantoday.com)

Acuantoday.com, Yogyakarta- Meski terjadi kasus 34 warga terkonfirmasi positif Covid-19 di sebuah pondok pesantren di Kapanewon (Kecamatan) Piyungan, namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul tak akan melakukan lockdown di kapanewon tersebut.

Menurut Sekda Bantul Helmi Jamharis, Pemkab akan mengembalikan kebijakan membatasi ruang gerak santri dan guru ke ponpes setempat.

“Kami tidak melakukan lockdown di sana. Karena yang terjadi kan di lingkungan ponpes, jadi kami kembalikan ke pengelola ponpes,” kata Helmi Jamharis wartawan saat pemantauan vaksinasi tahap 2 di RSUD Panembahan Senopati, Jumat (5/3/2021).

Helmi menjelaskan bahwa kebijakan lockdown bisa diambil, namun hanya ponpes yang bisa melakukan.

“Lockdown itu nantinya, kebijakan internal ponpes saja yang melakukan. Tentunya dengan mengetatkan protokol kesehatan. Itu yang perlu dilakukan,” ujar Helmi.

Ia menambahkan, bahwa orang yang telah terpapar Covid-19, tak menjamin terhindar dari penyakit yang sama. Sehingga pengetatan protokol kesehatan merupakan hal yang utama.

“Jadi tidak ada jaminan orang sudah pernah (terkonfirmasi) Covid-19 dan sembuh lalu terpapar lagi, bisa saja. Mungkin juga yang terjangkit itu (santri atau guru) yang lain. Mungkin dia melaksanakan perjalanan jauh atau kondisi tubuhnya yang mengalami penurunan sehingga, sangat rentan terpapar Covid-19 itu,” katanya.

Helmi tak menampik, jika ponpes yang ada di wilayah Kapanewon Piyungan itu mengalami kejadian yang sama. Sebelumnya, pada November 2020 di Piyungan juga terjadi penularan Covid-19 yang cukup masif di sebuah ponpes yang ada di sana. (Chaidir)

Comments

comments