Pemkot Bandung Bantah Terlantarkan Jenazah Covid-19

Kepala Dinas Penataan Ruang (Distaru) Bambang Suhari./Foto: Acuantoday.com (dila)

Acuantoday.com, Bandung―Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung membantah ada tindakan penelantaran jenazah korban Covid-19 di TPU (Tempat Pemakaman Umum) Cikadut, Kecamatan Mandalajati.

Mewakili Pemkot Bandung, Kepala Dinas Penataan Ruang (Distaru) Bambang Suhari memastikan tidak ada proses yang dilewatkan pelayanan pihaknya sehingga menelantarkan jenazah korban Covid-19.

Bambang menegaskan adanya isu dan pemberitaan yang beberapa hari terakhir ini menyudutkan pihak Pemkot Bandung yang disebut menelantarkan jenazah Covid-19 di TPU Cikadut itu tidak benar.

“Karena semua proses pemakaman telah dilaksanakan oleh petugas Distaru sesuai prosedur yang berlaku sejak jenazah datang ke pemakaman sampai liang lahat kembali diurug,” katanya, Jumat (29/1).

Usai ada kabar tak sedap soal tudingan penelantaran jenazah, lanjut dia, pihaknya langsung meninjau lokasi. Dan dari hasil cross check, petugas sudah menjalankan aturan sesuai yang telah ditetapkan.

“Seperti menangani jenazah korban Covid-19 saat datang hingga ke liang lahat, kemudian memasukan, dan mengurug tanah sampai tuntas dengan menerapkan protokol kesehatan,” terang Bambang.

Jika selama ini ada unsur masyarakat yang membantu melakukan pemikulan jenazah, Bambang mengapresiasi. Karena telah ikut berpartisipasi dalam proses pemakaman jenazah korban Covid 19.

“Sesuai Perda no 19 tahun 2011 juncto Perda 3 tahun 2017, Kewajiban Pemkot Bandung dalam pemulasaraan jenazah diantaranya menyediakan lahan, menggali mengurug kembali liang lahat,” tegasnya.

Bambang menyebut sebagai solusi seiring adanya pro kontra tenaga pemikul jenazah di TPU Cikadut yang kabarnya berbayar Pemkot Bandung bakal merekrut secara permanen jadi Pekerja Harian Lepas (PHL).

“Tenaga PHL yang tugasnya mengangkat jenazah dari ambulan hingga ke tempat jenazah yang akan dikuburkan ini sifatnya gratis dan keluarga jenazah tak dipungut biaya apapun,” pungkas Bambang.(dila)

Comments

comments