Pemkot Semarang Izinkan Tempat Wisata dan Usaha Beroperasi dengan Sejumlah Syarat

Ilustrasi-Suasana malam hari di Simpang Lima Semarang./Foto: Istimewa

Acuantoday.com, Semarang―Pemkot Semarang mempersilakan kegiatan ibadah, tempat wisata, dan tempat usaha lainnya untuk tetap menjalankan aktivitas pada saat Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengambil keputusan ini saat dirinya memimpin rapat koordinasi dengan jajaran Forkopimda Semarang, Kamis.

Meski diperbolehkan beroperasi, ia mengingatkan, Hendi tetap menghimbau kepada semua pihak untuk tetap bekerja sama menjaga protokol kesehatan dan kedisiplinan dalam beberapa hal lainnya.

Politikus PDI Perjuangan ini berpendapat keputusan yang diambil jajaran Pemerintah Kota Semarang berbeda dari daerah-daerah lain lantaran kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemulihan ekonomi.

“Tempat wisata dan tempat usaha silahkan beraktifitas seperti biasa, hanya tidak boleh membuat kegiatan yang terkait perayaan tahun baru. Misa juga silahkan bagi kawan – kawan yang merayakan Natal, asal SOP kesehatan ditegakkan dengan baik,” lanjut Hendi terang Hendi seperti rilis yang diterima kontributor Acuantoday, Jumat (18/12).

Pria berusia 49 tahun ini juga telah meminta jajarannya dan pihak keamanan untuk dapat meningkatkan pengamanan Natal dan Tahun Baru 2021 dengan memperhatikan situasi politik akhir-akhir ini.

“Mestinya Natal dan tahun baru merupakan kegiatan rutin yang biasa kita selenggarakan, namun karena adanya isu politik yang sedang memanas, maka keamanan harus ditingkatkan eskalasinya,” tegasnya.

Di sisi lain, pihak keamanan seperti Polrestabes Semarang dan Kodim 0733/BS Semarang mengatakan telah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk mengamankan Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2021.

“Hal-hal yang dianggap berpotensi mengganggu keamanan tetap menjadi kewaspadaan kami,”  kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Auliansyah Lubis.

Sebagai antisipasi kemacetan, pihaknya telah menyiapkan operasi lilin yang akan dimulai pada 21 Desember.

“Karena dikhawatirkan terjadi pembludakan wisatawan yang akhirnya akan berpotensi penyebaran Covid-19,” imbuh alumni Akademi Kepolisan tahun 1994 tersebut.

Sementara itu, Dandim 0733/BS Semarang, Kolonel Yudhi Diliyanto menegaskan bahwa TNI berkomitmen menjaga kondusifitas Kota Semarang selama Nataru.

“Semua unsur yang terlibat memiliki tanggung jawab yang sama. TNI akan terus mendukung dan memberikan bantuan, prinsipnya Natal harus aman baik wilayah dan kesehatannya,” tegas Yudhi. (alvin)

Comments

comments