Pemkot Semarang Siapkan Ruang Kreatif Bagi Pelaku Ekraf

Creative Hub Semarang yang dalam waktu dekat ini akan segera diresmikan dan digunakan pelaku ekonomi kreatif./Foto: Acuantoday.com (Pemkot Semarang)

Acuantoday.com, Semarang―Pemerintah Kota Semarang saat ini tengah mengembankan ekonomi kreatif, mengikuti pesatnya pertumbuhan di sektor ini.

Apalagi, Kota Semarang merupakan satu dari 10 kota kreatif di Indonesia dengan sub sektor yang dominan fesyen.

Dalam waktu dekat, Pemkot Semarang mempersiapkan Co-Working Space bernama “Creative Hub”, berlokasi di Kawasan Kota Lama Semarang. Proyek ini didanai dan berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Indriyasari, ke depan akan diadakan event fashion show oleh komunitas yang diselenggarakan secara hybrid, yakni offline dan online, serta melibatkan banyak sub sektor industri kreatif lainnya.

“Seperti melibatkan sub sektor seni pertunjukan, produk kriya, desain arsitektur, fotografi, animasi, dan sub sektor lain yang dapat saling mendukung dan terlibat di dalamnya,” ujar wanita yang kerap disapa Iin ini, Rabu (13/1)

Iin lebih lanjut mengatakan, di dalam “Creative Hub” yang berada di Galeri Industri Kreatif dan Gedung Oudetrap nantinya diperuntukkan bagi komunitas ekonomi kreatif di Kota Semarang untuk bisa beraktivitas, berkreasi, dan berkolaborasi bersama dengan fasilitas yang disediakan oleh Pemkot Semarang.

“Mulai dari pelatihan beserta sarana prasarana pelatihan, ruang fotografi, pembuatan film secara virtual, ruang seni pertunjukan, serta sejumlah peralatan akan dapat dimanfaatkan oleh para komunitas,” imbuh Iin.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengungkapkan, “Creative Hub” telah rampung dibangun dan saat ini masuk ke dalam proses persiapan serah terima aset dari Pemerintah Pusat ke Pemerintah Kota Semarang.

Proses selanjutnya adalah perumusan standard operating procedure, serta kerja sama dengan para komunitas guna pemanfaatan co-working space di Kota Lama tersebut. 

“Ditargetkan, awal tahun ini dapat segera siap dan mulai dimanfaatkan oleh kawan-kawan komunitas ekonomi kreatif di Kota Semarang,” ujar wali kota yang kerap disapa Hendi ini.

Terkait pengelolaan, aktivitas dan kegiatan di “Creative Hub” dilakukan oleh para komunitas walaupun statusnya aset Pemkot Semarang. 

Hal ini diharapkan supaya pengelolaan dan pemeliharaan tempat tersebut dapat dilakukan bersama-sama antara komunitas dan Pemkot Semarang.

Menurut dia, industri kreatif memiliki andil dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia. 

Mislanya, pada 2019 sektor ini menyumbang PDB sebesar Rp1,041 triliun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 18,2 persen. 

“Dengan adanya fasilitas ini harapannya industri kreatif di Kota Semarang dapat semakin berkembang. Apalagi dalam masa pandemi seperti sekarang ini, harapannya masyarakat dapat terus bertahan melalui aktivitas ekonomi kreatifnya,” tutup Hendi. (alvin)

Comments

comments