Pemotongan Insentif Nakes Dibatalkan, Begini Sikap DPR

Ilustrasi- Seorang yang menjalani pemeriksaan tes Tes Cepat Molekuler (TCM) oleh tenaga kesehatan (nakes). Hasil dari pemeriksaan kesehatan atau uji sampel (spesimen) tersebut kemudian akan dibawa pada uji laboratorium untuk menetukan apakah orang yang diperiksa tersebut terkonfirmasi positif atau negatif COVID-19.

Acuantoday.com, Jakarta- Setelah menuai polemik di publik, Pemerintah akhirnya membatalkan rencana pemotongan insentif tenaga kesehatan (Nakes) dalam penanganan pandemi Covid-19.

Menanggapi hal ini, anggota Komisi IX DPR RI, Rahmad Handoyo mengapresiasi langkah Pemerintah, pasalnya jika pemotongan insentif dilakukan maka akan menurunkan semangat para Nakes dalam bekerja memerangi Covid-19.

“Terima kasih kepada pemerintah yang telah mendengarkan suara hati dari nakes untuk membatalkan pemotongan insentif,” kata Rahmad saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (5/2).

Politikus PDIP ini mengungkapkan, pembatalan tersebut menjadi angin segar bagi para Nakes yang sudah berjuang dengan keras sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid-19. “Semoga keputusan ini menambah semangat dari para nakes kita dalam bekerja,” ucapnya.

Lebih jauh, Rahmad meminta agar ke depannya Pemerintah terutama Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam mengatasi masalah keterbatasan fiksal tidak mengorbankan Nakes. Menurutnya, banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal.

“Jadi bisa lah diutak-atik fiskal kita. Menkeu bisa mengkalkulasi kembali apa yg bisa diefisiensi apa program-program di luar covid, apa yg bisa direcofussing untuk dialihkan dalam rangka untuk membantu nakes kita,” jelasnya.

Diketahui, Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Askolani mengatakan bahwa dengan berlakunya Undang-Undang tentang APBN 2021, besaran insentif nakes perlu ditetapkan sesuai dengan mekanisme keuangan negara.

“Kami sampaikan insentif nakes belum ada perubahan. Dengan demikian insentif masih yang diberikan pada 2020. Kami tegaskan tahun 2021 yang baru berjalan 2 bulan ini bahwa insentif nakes diberikan tetap sama dengan 2020,” katanya melalui konferensi pers virtul, Kamis (4/2). (rht)

Comments

comments