Pemulihan Ekonomi Bakal Lama, Kemenkeu: Kebijakan Fiskal Harus Fleksibel

Ilustrasi-Proyek LRT tengah berlangsung beberapa waktu lalu./Foto: Acuantoday.com (Ahmadi Supriyanto)

Acuantoday.com, Jakarta―Pemerintah menyadari pemulihan ekonomi masih akan lama. Karenanya, fiskal harus adaptif dan cukup fleksibel untuk menghadapi situasi. 

“Tahun ini kita defisit 6,3% tahun depan ingin kita kendalikan di 5,7%. Harapannya pemulihan ekonomi berlanjut,” kata Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara pada sesi perkembangan ASEAN dalam acara The Business Council (ASEAN-BAC, EU-ABC, US-ABC) ASEAN Finance Ministers’ Meeting and Central Bank Governors’ Meeting secara virtual pada Jumat, (2/10).

Lebih lanjut dia mengatakan, dunia dalam situasi kesehatan yang belum memiliki vaksin dan obat Covid-19. Dampak ekonomi untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal kedua sudah terkontraksi 5,3 persen. 

“Dalam Q3 pertumbuhan masih di zona negatif meskipun ada perbaikan,” jelasnya. 

Ia melanjutkan, pemerintah ingin meningkatkan ekonomi dengan mengintervensi belanja kesehatan serta dukungan kepada UMKM, dukungan bisnis (korporasi), dan perlindungan sosial. 

Oleh karena itu, alokasi belanja APBN perlu adaptif dan fleksibel sehingga pemerintah melebarkan defisit tahun 2020 menjadi 6,3 persen. Namun tahun depan akan berangsur dikurangi menjadi 5,7 persen.

Terkait isu pendidikan, ia mengatakan saat ini anak-anak sekolah di Indonesia sekolah virtual, sekolah dari rumah. Ia mengajak negara-negara ASEAN dan mitra untuk bersama mendiskusikan masalah konektivitas dan cara mendidik anak-anak secara virtual di masa datang.

“Pemerintah tidak hanya menyediakan konektivitas, tapi juga bagaimana cara mengajar mereka di masa depan. Mungkin disini bisa didiskusikan lebih lanjut ke depannya,” ajaknya.

Sebagai penutup, ia meyakinkan, Indonesia tidak berhenti mereformasi pembangunan infrastruktur, serta sektor finansial. Wamenkeu menyatakan, Indonesia pascakrisis menginginkan reformasi yang lebih baik, serta ingin tetap melanjutkan kerjasama regional, dengan multilateral dan terbuka dengan diskusi.

“Ketika kita sudah keluar dari masa pandemi ini kita harus lebih baik dalam reformasi. Kita juga melanjutkan kerjasama regional, terbuka diskusi MDB (Multilateral Development Bank) dan negara tetangga ASEAN,” pungkasnya. (ahm)

Comments

comments