Pemulihan Ekonomi Tak Hanya Andalkan Fiskal dan Moneter

Ilustrasi-Grafik pergerakan bursa di gedung BEI Jakarta./Foto: Acuantoday.com (Ahmadi Supriyanto)

Acuantoday.com, Jakarta―Pemulihan ekonomi sebagai dampak pandemi Covid-19 tidak bisa mengandalkan sektor fiskal dan moneter semata. Hal lain yang juga penting harus didorong adalah restorasi perdagangan dan aliran modal khususnya investasi asing langsung (FDI) yang lebih penting dibandingkan aliran modal jangka pendek.

“(Perlu) menggunakan semua instrumen termasuk salah satunya Omnibus Law,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ketika menjadi panelis dalam CNBC Debate on Global Economy secara virtual di Jakarta, Jumat (16/10) dini hari.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini juga menyatakan dalam mendesain pemulihan ekonomi juga tidak hanya bicara pertumbuhan, namun harus melihat dari sisi gender khususnya peran wanita harus mendapat dukungan.

“Kebanyakan jaring pengaman sosial dan dukungan UMKM, mereka akan membantu wanita. Jangan lupa Covid kebanyakan memberi dampak kepada wanita, banyak tenaga kesehatan juga wanita,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, desain pemulihan ekonomi juga harus berkaitan dengan perubahan iklim agar bisa bertumbuh mengurangi karbon melalui pemberian stimulus fiskal atau insentif.

“Menyediakan yang lebih terbarukan dan proyek lebih hijau. Ini salah satu yang sekarang Indonesia lakukan. Jadi kami menggunakan krisis ini dalam hal untuk mentransformasi ekonomi, saya harap negara lain mengambil langkah yang sama,” ucapnya.

Tak hanya itu, menurut Menkeu, dukungan komunitas internasional juga dibutuhkan dalam pemulihan ekonomi untuk mendukung khususnya negara miskin agar mereka tidak hanya bertahan dari krisis tapi juga bisa pulih.

Selain Sri Mulyani, dalam sesi interaktif yang dipandu pembawa acara Geoff Cutmore dan disiarkan dari London, Inggris itu juga menghadirkan tiga panelis lain di antaranya Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva.

Selain itu, Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde dan Kepala Gavi, Aliansi Vaksin yang juga mantan Menteri Keuangan Nigeria, Ngozi Okonjo Iweala. (ahm)

Comments

comments