Penangkapan Ustaz Maaher Dinilai Janggal

Juju Purwantoro, kuasa hukum ustas Maheer menilai penangkapan kliennya atas kasus ujaran kebencian di media sosial sarat kejanggalan./Foto: Acuantoday.com (Rohman Wibowo)

Acuantoday.com, Jakarta―Penangkapan Ustaz Maaher At-Thuwailibi oleh polisi karena dugaan ujaran kebencian dan sarat SARA, dinilai janggal.

“Kami belum tahu persis, tapi ada kemungkinan pelaporan dari salah satu pihak pengurus NU kalau enggak salah,” kata kuasa hukum Maheer, Juju Purwantoro di Bareskrim Polri, Kamis (3/12). 

Juju mengaku polisi mendatangi rumah Maheer sekira pukul empat dini hari dan langsung dibawa ke Bareskrim Polri. Proses penangkapan ini disebutnya janggal karena tak mengikuti kaidah penegakkan hukum. 

“Yang bersangkutan itu kan (ditangkap) tanpa prosedur pemanggilan sesuai aturan KUHAP Pasal 1. Tapi beliau langsung ditangkap dan dibawa polisi,” ujarnya. 

Selain itu, ia menilai, penangkapan Maheer dinilai sangat diskriminatif. 

Juju menganggap, kliennya yang dianggap jauh dari relasi dengan kekuasaan politik gampang saja ditangkap, sementara penegakkan hukum yang sama tak berlaku bagi pihak sebaliknya. 

“Iya ini jelas proses penegakkan hukum tampak sekali terjadi kejanggalan dan diskriminasi karena banyak sekali mereka katakanlah dekat dengan rezim itu, walaupun kami lakukan pelaporan berkali kali tidak ada tindak lanjut secara hukum gitu,” tutur Juju. 

Saat ditangkap, polisi menyita sejumlah barang bukti dari Maheer. Juju mengatakan beberapa alat elektronik berupa ponsel dan tab milik kliennya diangkut aparat. 

Kini, Maheer masih menjalani pemeriksaan, sebelum akhirnya polisi menentukan status hukum yang bersangkutan sejak 24 jam waktu penangkapan. 

Juju mengatakan Maheer dijerat Pasal 45 ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. 

“Saya akan mendampingi untuk di BAP, karena yang bersangkutan sudah ditangkap dan disangkakan sebagai tersangka langsung, maka itu wajib didampingi,” pungkas dia. (rwo)

Comments

comments