Pendapatan PermataBank Tumbuh Rp2,6 Triliun di Kuartal ketiga

Acuantoday.com, Jakarta―PermataBank mencatatkan pertumbuhan pendapatan operasional sebelum pencadangan sebesar Rp2,6 triliun, atau naik 20,4 persen year-on-year (yoy) pada triwulan ketiga 2020.

Pendapatan itu didukungan posisi permodalan yang sangat kuat dan optimalisasi penjagaan likuiditas.

Direktur Utama PermataBank Ridha DM Wirakusumah dalam pernyataan di Jakarta, Kamis (29/10), menyatakan, pencapaian ini merupakan upaya bank untuk mempertahankan kinerja yang solid dan terjaga meski terjadi perlambatan ekonomi.

“Optimisme terhadap kinerja di Kuartal ketiga 2020 yang terjaga solid di tengah hantaman krisis keuangan global akibat pandemi, merupakan usaha bank dalam mempertahankan pembukuan laba usaha, kualitas aset yang tetap terkendali, menjaga likuiditas secara optimal dan posisi permodalan yang sangat kuat,” katanya.

Ia menjelaskan, pertumbuhan pendapatan operasional sebelum pencadangan itu dikontribusikan oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 8,6 persen dan pendapatan nonbunga sebesar 9,0 persen (yoy).

Pencapaian ini juga diikuti dengan perbaikan rasio marjin bunga (NIM) menjadi 4,4 persen, atau meningkat dari 4,2 persen dari periode yang sama 2019.

“Disiplin dalam manajemen biaya operasional yang didukung dengan penerapan teknologi digitalisasi dalam transaksi perbankan telah membantu bank untuk terus meningkatkan rasio efisiensi yang berkelanjutan,” kata Ridha.

Sementara itu, tambah dia, Cost to Income Ratio (CIR) tercatat sebesar 59,8 persen, membaik secara signifikan dibandingkan posisi tahun lalu sebesar 63,6 persen.

Kondisi itu sejalan dengan peningkatan jumlah transaksi digital PermataBank selama tahun 2020 seiring dengan tingginya kegiatan nasabah di dalam rumah selama masa New Normal.

Peningkatan layanan digital itu terlihat dari pertumbuhan volume transaksi mobile banking sebesar 69 persen dan API (application programming interface) sebesar 400 persen yang lebih tinggi dibandingkan volume transaksi sepanjang 2019.

Sejalan dengan prinsip kehati-hatian dalam menghadapi dampak Covid-19, PermataBank juga telah mengalokasikan biaya pencadangan penurunan kualitas aset yang cukup signifikan sebesar Rp1,86 triliun pada triwulan ketiga 2020. (mad)

Comments

comments