Pendiri Partai Demokrat Tegaskan KLB Tak Perlu Persetujuan SBY

Foto:Antara

Acuantoday.com, Jakarta- Kader senior Partai Demokrat, Hengky Luntungan mengklaim langkah Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat tetap dilakukan, setelah mendapat dukungan penuh dari Dewan Perwakilan Cabang (DPC) di seluruh Indonesia.

“Sudah, sudah. Mungkin sudah capai sampai di 70, 80 persen,” kata Hengky Luntungan kepada wartawan, Senin (1/3/2021).

Dikatakan salah satu pendiri Partai Demokrat ini, KLB akan tetap dilakukan meski tidak ada persetujuan dari Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), karena KLB akan tetap berlangsung jika pemegang suara di DPC dan DPD mendukung.

“Ini kan bukan dinasti. Ini kan partai terbuka. Jadi dia setuju atau tidak setuju ketika konstituen DPC DPD yang punya suara ingin mengadakan KLB, ya jalan,” ucapnya

“Nggak perlu ada persetujuan dia (SBY-red). Dia kan cuma 1 suara,” tegasnya.

Dijelaskan Hengky, KLB bukanlah hal baru dalam partai karena sudah diatur dalam AD/ART. Namun, sejauh ini SBY terus melindungi anaknya dengan menekan para kader untuk tidak melakukan KLB di tengah jalan dengan adanya persetujuan majelis tinggi.

“Tetap sah KLB itu. KLB kan bukan barang tabu, diatur dalam anggaran dasar anggaran rumah tangga. Hanya karena AD/ART itu dikungkungi oleh Pak SBY untuk menyelamatkan anaknya, supaya tidak terjadi KLB di tengah jalan, maka harus persetujuan majelis tinggi karena ketua umumnya adalah anaknya. Itu nggak boleh begini, ini kan bukan perusahaan,” jelasnya.

Lebih jauh Hengky, pemecatan terhadap dirinya bersama beberapa kader senior dan pendiri Partai Demokrat bukan masalah, karena sejauh ini mereka bekerja membesarkan partai tanpa digaji.

“Soal pecat memecat emang mereka gaji. Yang dipecat ini digaji? Kagak kan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pengurus DPD Partai Demokrat Provinsi Bali dan DPD Provinsi Jawa Barat menolak dilakukannya KLB di wilayah mereka. Bahkan, dua DPD Partai Demokrat ini juga meminta aparat kepolisian untuk melarang dilakukannya KLB, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. (rht)

Comments

comments