Peneliti di Hong Kong Ciptakan Prototipe Masker dengan Nanomembrane Baru

Prototipe Masker dengan Nanomembrane Baru--sumber foto www.hku.hk

Acuantoday.com— Universitas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Hong Kong (Hong Kong University of Science and Technology/HKUST) pada Senin (21/12) mengatakan bahwa mereka berhasil mengembangkan nanofilm polimer sangat tipis dan menciptakan prototipe masker dengan efisiensi penyaringan hingga 99 persen terhadap virus, bakteri, dan debu partikulat.

Nanomembrane polimer ini tidak hanya 25 kali lebih kuat dari baja tahan karat dengan massa yang sama, tetapi juga sangat transparan, tahan gas, dan tahan air dengan sifat berpori yang dapat disesuaikan, sehingga cocok digunakan untuk wearable device, perlindungan medis, desalinasi, perangkat elektronik, sel surya, dan banyak teknologi mutakhir lainnya, menurut universitas tersebut.

Gao Ping, profesor Teknik Kimia dan Biologi sekaligus kepala sementara Advanced Material Thrust di HKUST (GZ), mengatakan bahwa meski masker bedah umum yang tidak tembus cahaya dapat melindungi pemakainya dari penularan, masker tersebut tidak nyaman bagi penderita gangguan pendengaran yang perlu membaca gerak bibir dan bahasa wajah ketika berkomunikasi, atau bagi guru dan pengasuh anak yang sangat mengandalkan ekspresi wajah.

“Material baru ini memiliki banyak potensi, tetapi sejak pandemi merebak, kami fokus untuk mengubah nanofilm kami menjadi masker yang tidak hanya transparan dan tembus udara, tetapi juga sangat efisien dalam melawan virus dan bakteri, kami belum pernah menemukan masker di pasaran yang memiliki ketiga karakteristik ini,” ujar Gao.

Sifat konformitas, antibakteri, dan transparan namun kuat yang dimiliki material tersebut juga menjadikannya sebagai material ideal untuk berbagai penggunaan di bidang biomedis, seperti pembalut luka generasi baru yang tidak memerlukan penggantian setiap hari dan memungkinkan pengaplikasian obat secara langsung.

“Pembalut luka yang dibuat dengan nanofilm ini sangat berguna bagi pasien dengan luka bakar berskala besar,” kata Gao. Material tersebut akan bertindak seperti kulit sementara pada korban luka bakar, dan karena film tersebut sepenuhnya tahan air, pemakainya bahkan dapat mandi tanpa khawatir luka mereka terkena air, lanjutnya.

Selain penggunaan biomedis dan lingkungan, nanofilm ini juga dapat diterapkan pada perangkat elektronik, seperti pelantang suara nanovibrational dengan resolusi keluaran audio yang lebih tinggi atau baterai yang sangat tipis dan kapasitor densitas energi tinggi, papar HKUST. ***dian/xinhua/ant

Comments

comments