Penerapan PSBB Hari Pertama, Arus Lalin di Jakarta Tampak Lengang

Arus lalu lintas sekitaran Pancoran, Jakarta Selatan tampak lengang saat hari pertama PSBB ketat kembali diberlakukan./Foto: Acuantoday.com (Rohman Wibowo)

Acuantoday.com, Jakarta – Arus lalu lintas di sebagian ruas Jakarta, seperti kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, terpantau lengang saat hari pertama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat pada Senin (14/9) sore. 

Berdasarkan pantauan Acuantoday.com di lokasi pada pukul 16.00 atau waktu normal pulang jam kantor, terlihat arus lalu lintas tak begitu padat dibanding hari biasanya. 

Arus lalu lintas demikian terlihat di sepanjang kawasan Pancoran, baik yang menuju arah Tebet dan sebaliknya. Pengendara, baik roda empat dan dua tampak melaju kendaraannya dengan cepat tanpa terkena macet.

Polisi pun terpantau hanya berjaga-jaga di pos, tanpa turun ke jalan. Padahal pada hari biasa, mereka sibuk membantu mengurai kemacetan dengan mengatur lama durasi lampu merah. 

Alhamdulillah, situasi lalin di Pancoran dan sekitarnya mengalami penurunan volume kendaraan yang cukup tajam kurang lebih 50 persen dari hari-hari biasanya,” kata Panit Gatur Dirlantas Polda Metro Jaya Iptu Darman, yang bertugas di pos polisi Pancoran kepada wartawan Acuantoday.com, Senin sore. 

Biasanya jam pulang kantor seperti ini, kata dia, arus lalu lintas dari arah Tebet ke daerah Pasar Minggu sudah terjadi peningkatan volume kendaraan.

“Tapi di hari pertama PSBB ketas ini kondisi lalin terkendali. Gak ada antrian berarti. Begitu juga kalau pagi,” ujarnya. 

Amran (28), salah seorang pengendara menuturkan, kondisi lalin yang lengang di kawasan Pancoran jarang ditemui sewaktu pulang jam kantor. “Saya biasanya dari Manggarai ke Kalibata bisa setengah jam. Ini numpuk di lampu merah Pancoran pastinya,” ucapnya. 

Seperti diketahui, per hari ini mulai diberlakukan pengetatan PSBB di ibu kota. Gubernur Anies Baswedan melalui Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 88/2020 membatasi kembali sektor usaha yang boleh beroperasi. Mereka yang berstatus pelaku usaha di sektor yang terkena pembatasan, mesti bekerja dari rumah hingga 28 September mendatang.

Tercatat ada 11 sektor: kesehatan, bahan pangan/makanan/minuman, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, logistik, perhotelan, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar, utilitas publik dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu; dan/atau, serta kebutuhan sehari-hari. (rwo)

Comments

comments