Penetapan Maksimal Biaya PCR Swab Test Harus Diikuti Sanksi Tegas

Ilustrasi - Tenaga Kesehatan (nakes) dari salah satu fasilitas kesehatan sedang melakukan PCR (Polymerase Chain Reaction) swab test pada seseorang untuk mendeteksi virus corona (Covid-19).

Acuantday.com, Jakarta- DPR RI mengapresiasi langkah pemerintah yang menetapkan batas tertinggi biaya tarif PCR (Polymerase Chain Reaction) swab test sebesar Rp 900 ribu.

Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay mengatakan penetapan batas tertinggi harga PCR swab test belum lengkap tanpa diikuti sanksi tegas.

Apabila ada fasilitas kesehatan dan laboratorium yang melanggar ketentuan ini dan tidak diberi sanksi tegas maka ketentuan ini hanya sebatas aturan di atas kertas.

“Karena itu, dikhawatirkan aturan yang baik seperti ini tidak dapat berjalan dengan baik. Aturan ini sebaiknya diisi juga dengan sanksi. Dengan begitu, semuanya bisa mematuhi,” ucap Saleh Partaonan Daulay dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (3/10).

Meski mengapresiasi Politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini berharap pemerintah perlu menekan harga PCR swab test lebih rendah lagi.

“Kalau masyarakat menengah ke bawah dibebani dengan harga swab test sebesar Rp 900 ribu, tentu mereka akan kesulitan. Karena itu, perlu anggaran negara untuk membantu mereka,” saran Saleh.

Senada Anggota Komisi IX DPR RI lainnya, Lucy Kumalasari mengamini pemerintah perlu mensubsidi biaya PCR swab test agar masyarakat semua kelas dapat melakukannya. Bahkan kalau perlu digratiskan.

“Karena itu, sangat diharapkan pemerintah menggratiskan swab test,” ucap Lucy seraya menekankan dengan cara itu maka PCR swab test dapat berdampak langsung ke masyarakat.

Hal itu, kata dia sekaligus membuktikan bahwa pemerintah memang benar menomorsatukan kesehatan daripada ekonomi dan lainnya.

Kalau pemerintah bisa mengalokasikan anggaran yang besar untuk penanganan ekonomi dan Pilkada, maka seharusnya hal yang sama juga dapat dilakukan untuk swab test.

Alokasi anggaran untuk kesehatan juga sangat besar. Karena itu, anggaran yang ada dapat digunakan untuk subsidi menggratiskan swab test.

“Tentu Kementerian kesehatan dapat bekerjasama dengan Kementerian Keuangan untuk mengalihkan alokasi anggaran post lain di bidang kesehatan ke anggaran untuk swab test,” sarannya.

Ia menegaskan apabila biaya PCR swab test dapat digratiskan maka semua rakyat Indonesia dapat melakukan swab test. Sehingga akan memudahkan mendeteksi penyebaran covid-19 sehingga penanganannya lebih mudah dilakukan oleh pemerintah.(har)

Comments

comments