Pengajian dan Bacaan Alquran Salat Tarawih Masjid Gedhe Kauman Dipersingkat

Acuantoday.com, Yogyakarta – Pada Ramadan tahun ini, Takmir Masjid Gedhe Kauman mempersingkat pengajian dan bacaan Alquran salat tarawih.

Jika tahun-tahun sebelumnya bacaan Alquran setiap salat tarawih 1 juz, maka tahun ini imam hanya membaca surat-surat pendek Alquran. Sedangkan pengajian tarawih dibatasi tidak lebih dari 10 menit.

Hal itu dikatakan Ketua Takmir Masjid Gedhe Kauman Azman Latif kepada wartawan, Senin (12/4/2021). Menurut, pada masa pandemi Covid-10 tahun 2020 pihak takmir meniadakan salat tarawih berjamaah. Namun pada Ramadan 2021 ini pihaknya siap menggelar tarawih berjamaah.

Masjid Gedhe Kauman

“Ya kita persiapkan, kita sudah bersih-bersih masjid, kerja bakti begitu untuk supaya siap untuk digunakan. Kita juga sudah siapkan untuk protokol kesehatannya. Intinya kita selenggarakan salat tarawih dengan protokol kesehatan yang ketat penerapannya,” ujar Azman.

Azman menjelaskan meski salat tarawih tetap diselenggarakan namun hanya akan dilakukan secara singkat. Hal tersebut sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi kerumunan yang terlalu lama di masjid.

“Salat tarawih dan kegiatan yang lain itu kita selenggarakan secara singkat-singkat. Tidak berpanjang-panjang gitu. Jadi kalau dulukan kita pernah selenggarakan salat tarawih satu juz lama gitu. Ini tidak, nanti surat yang dibaca pendek-pendek. Kemudian ada pengajian salat tarawih juga pendek-pendek saja tidak lebih dari 10 menit gitu,” tuturnya.

Dikatakan, protokol kesehatan juga sudah dipersiapkan dengan baik dalam pelaksanaannya nanti. Mulai dari imbauan bermasker hingga cek suhu.

Terkait dengan kapasitas Masjid Gedhe Kauman setidaknya bisa menampung 600 jemaah saat tarawih nanti. Meski begitu, jarak antar jemaah juga sudah diatur agar tidak terlalu berkerumun.

“Kalau hitungan kami kalau bisa full itu sekitar 600. Tentu, sudah beri jarak. Jaraknya kalau antara titik yang satu dan titik yang lain, seadainya orang itu berupa titik ya 1,5 meter,” terangnya.

Azman juga menyarankan agar para jamaah yang hendak mengikuti salat tarawih sudah berwudhu dari rumah masing-masing. Serta tetap untuk membawa perlengkapan ibadah sendiri.

“Bawa sajadah sendiri, mukena sendiri. Jadi kami tidak menyediakan karpet, sarung, mukena karena itu menjadi sumber kalau dipakai gonta-ganti orang,” imbuhnya.

Disebutkan Azman, tarawih di Masjid Gedhe Kauman memang baru bisa dilaksanakan kembali pada Ramadan tahun ini. Pasalnya untuk tahun sebelumnya tarawih berjamaah ditiadakan.

Terkait dengan tarawih yang dibagi dua sif, kata Azman, itu sudah dilakukan pihaknya pada tahun-tahun sebelumnya. Namun untuk Ramadan tahun ini hanya akan menyelenggarakan satu kali saja.

“Kalau dulu kami biasanya dua kali, sore hari abis isya dan jam 02.00 WIB dini hari. Tahun ini kami sudah cukup sekali saja yang sore sehabis isya itu,” ujarnya.

Masjid Gedhe Kauman

Azman menjelaskan juga telah menyiapkan tempat khusus jika memang seandainya ada musafir yang datang. Tempat itu nantinya dipisahkan dengan tempat bagi jamaah yang berasal dari warga sekitar.

“Kalau terpaksa ada musafir begitu nanti akan kita pilahkan, akan kita tempatkan tersendiri. Susah juga untuk menolak jamaah gitukan. Umpayanya ada kita nanti pilahkan, sudah kita sediakan tempat khusus,” ucapnya.

Kendati begitu, Azman tetap lebih menyarankan kepada masyarakat untuk datang ke masjid di tempat tinggalnya masing-masing. Mengingat kondisi saat ini masih dalam pandemi Covid-19.

“Perkiraan kami, masjid kami sudah sangat cukup untuk menampung yang tinggal di sekitar masjid begitu. Sehingga memang imbauan kami ya tidak usahlah datang dari jauh-jauh ke Masjid Gedhe Kauman. Makmurkan masjid sendiri-sendiri biar semua masjid makmur kan gitu,” tandasnya. (Chaidir)

Comments

comments