Pengedar dan Pembuat Uang Palsu Dibekuk Polisi

Waka Polres Boyolali Kompol Ferdy Kastalani (kiri) didampingi Kasat Rekrim Iptu A.M Tohari (kanan) saat menunjukan barang bukti uang paslu dalam gelar kasus peredaran uang palsu di Mapolres Boyolali, Senin (02/11/2020)/Foto:Antara/Bambang Dwi Marwoto)

Acuantoday.com, Boyolali – Polisi membekuk empat orang tersangka pengedar dan pembuat uang palsu di Boyolali, Jawa Tengah.

Keempat tersangka itu, Muhammad Amin alias Ateng (29), Suparno alias Capung (39), Naim Baskoro (43) dan Indar Wati (41) diringkus di Dukuh Rekosari Kelurahan Mojosongo Kecamatan Mojosongo.

Kini mereka ditahan di Mapolres Boyolali.

Wakil Kepala Polres Boyolali Kompol Ferdy Kastalani, menuturkan, ketiga tersangka yakni Amin, Capung dan Naim Baskoro, merupakan residivis kasus pencurian.

“Mereka sudah sering keluar masuk penjara,” katanya, seperti dikutip Antara, Senin (2/11).

Menurut Ferdy, kasus uang palsu tersebut terungkap setelah seorang pedagang rokok melapor mendapatkan uang palsu dari Amin alias Ateng, pada tanggal 21 Oktober 2020.

Polisi lalu menangkap Amin di rumahnya, sepekan setelah kejadian.

Selanjutya polisi menangkap Suparno alias Capung di kawasan Klaten.

Dari pengembangan kasus diketahui uang palsu diproduksi di rumah pelaku suami istri Naim Baskoro dan Endar Wati, di Dukuh Kidul Pasar, Desa Keprabon, Polanharjo, Kabupaten Klaten.

Polisi menyita barang bukti antara lain 98 lembar uang palsu pecahan Rp100.000 dengan nomor seri sama, satu buah printer merk Canon, sisa kertas hasil cetak uang palsu, satu buku tabungan BCA atas nama, Naim Baskoro, satu buah gunting, dua buah alat reder (alat pengasar), dan uang tunai asli kembalian dari membeli rokok Rp77.000.

Menurut Ferdy, Naim Baskoro mengaku telah mencetak uang palsu pecahan Rp100.000 dalam dua bulan terakhir. “Setiap 50 lembar pecahan Rp100.000 atau Rp5 juta, dijual dengan harga Rp1.250.000 kepada pelaku Ateng dan Capung,” katanya.

Tersangka juga mengaku telah mengedrakan uang palsu di wilayah Boyolali, Klaten dan Solo,

“Kejadian itu, sudah dilaporkan ke Bank Indonesia, dan uang itu, dinyatakan palsu sangat berbeda mencolok dengan aslinya. Bahkan, nomor serinya saja semua sama,” kata Ferdy.

Para tersangka dijerat dengan pasal 36 ayat (3) Sub ayat (2), dan ayat (1) Undang Undang RI No.7/2011, tentang Mata Uang, dan atau Pasal 244 dan Pasal 245 KUHP dengan ncaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda uang Rp50 miliar. (Raina)

Comments

comments