Pengeroyok Polisi saat Demo Dijadikan Tersangka

Polda Metro Jaya menangkap 3 orang pengeroyokan dan penjarahan polisi saat demo UU Ciptaker. Foto: Rohman Wibowo/Acuantoday.com

Acuantoday.com, Jakarta- Tiga orang ditetapkan jadi tersangka atas kasus pengeroyokkan seorang polisi saat mengamankan demo tolak Undang-Undang Cipta Kerja yang berlangsung pada 8 Oktober 2020 di Jakarta.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, sebenarnya ada lima pelaku yang diduga ikut aksi pengeroyokam, namun yang baru berhasil ditangkap tiga orang. Satu pelaku berstatus pengangguran dan dua lagi merupakan pelajar. Mereka adalah MRR (21), SD (18), dan MF (17).

“Dua orang lagi masih DPO. Kami kejar mereka,” ucap Yusri saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Rabu (21/10).

Yusri menceritakan kronologi pengeroyokan bermula ketika adanya kerusuhan di lokasi deml sekitar Jalan Gajah Mada atau di depan Hotel Parado. Saat itu, korban AJS tengah berupaya membubarkan terduga perusuh yang diduga menyusup ke aksi pada 9 Oktober dini hari.

AJS saat itu berusaha membantu orang yang melerai massa aksi saat hendak membakar fasilitas publik. Namun, bukannya berhasil, ia justru jadi bulan-bulanan perusuh.

“Ada orang umum berusaha mencegah, orang itu menjadi sasaran dan dikeroyok. Kemudian dilerai oleh AJS, malah anggota yang melerai ini dianiaya juga oleh para tersangka,” ujar Yusri.

Dikatakan Yusri, anggotanya kena pukul di punggung, bahu, dada, serta kepala. Tak hanya mengalami kekerasan, barang milik korban pun dirampas oleh kelima pelaku berupa ponsel dan kartu tanda anggota polisi.

Ketiga pelaku yang berhasil diringkus, disangkakan pasal berlapis, yakni 365 KUHP tentang pencurian dan 170 KUHP serta 480 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama penjara 9 tahun.(rwo)

Comments

comments